Kontribusi nasabah ini merupakan bagian dari langkah keberlanjutan Bank Mandiri yang berjalan di berbagai lini. Dalam berbagai aktivasi lingkungan, Bank Mandiri telah menanam mangrove bersama komunitas, termasuk pada ajang Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.
Dari sisi pembiayaan, hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai sekitar Rp327,3 triliun, tumbuh 7,5 persen secara tahunan, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp172,8 triliun. Kemudian, Di sisi operasional, Bank Mandiri konsisten untuk menurunkan emisi operasional melalui berbagai inisiatif karbon netral, seperti penggunaan kendaraan listrik & hybrid, optimalisasi green building, pemasangan solar panel, dan lain-lain.
"Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat menjadi acuan dalam keputusan operasional dan bisnis," ujarnya.
Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri terus mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional. Upaya-upaya ini memperkuat komitmen Bank Mandiri dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.
