POSKOTA.CO.ID - Katy Perry melontarkan kritik keras kepada Gedung Putih setelah lagu populernya, "Firework", digunakan sebagai musik latar dalam sebuah video TikTok yang menampilkan rekaman operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Video tersebut diunggah melalui akun TikTok resmi Gedung Putih pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam unggahan itu, rekaman serangan militer dipadukan dengan bagian lagu "Firework" yang memiliki lirik "boom, boom, boom". Video tersebut juga disertai keterangan, "Iran has been warned."
Penggunaan lagu itu rupanya membuat Katy Perry geram. Melalui unggahan di media sosial, penyanyi tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyetujui penggunaan "Firework" untuk video tersebut.
"Saya tidak menyetujui ini, saya tidak dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukung penggunaannya," kata Perry dalam pernyataannya.
Bagi Perry, persoalannya bukan hanya soal siapa yang menggunakan lagunya. Ia juga mempersoalkan konteks penggunaan karya tersebut. "Firework" dikenal sebagai lagu yang membawa pesan tentang harapan, penyembuhan, kekuatan diri, dan keberanian untuk bangkit ketika seseorang berada dalam situasi sulit.
Karena itu, ketika lagu tersebut justru dipasang sebagai latar visual serangan militer dan ledakan, Perry menilai pesan yang ingin ia sampaikan melalui lagu tersebut telah diputarbalikkan.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Ulurkan Bantuan untuk Putri KD, Korban Pengeroyokan di Kasus Pencurian Ayam
Gedung Putih Beri Respons Menyindir
Perseteruan ini kemudian berlanjut setelah pihak Gedung Putih memberikan respons terhadap kritik Perry. Alih-alih memberikan penjelasan panjang mengenai penggunaan lagu tersebut, Gedung Putih membalas dengan mengunggah cuplikan dari video musik lama Perry, "Part of Me", yang menampilkan sang penyanyi dalam nuansa militer.
Respons tersebut menambah perhatian publik terhadap persoalan penggunaan musik musisi dalam konten politik dan pemerintahan. Apalagi, kasus Katy Perry bukan satu-satunya kejadian serupa yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah Musisi yang Pernah Memprotes Penggunaan Lagu
Ariana Grande
Ariana Grande sebelumnya mengecam penggunaan lagunya dalam video yang berkaitan dengan operasi penegakan imigrasi. Ia meminta agar musiknya tidak digunakan untuk mendukung konten yang dianggapnya tidak manusiawi.
Sabrina Carpenter
Sabrina Carpenter juga pernah menyatakan keberatan ketika lagunya digunakan dalam unggahan yang berkaitan dengan kebijakan imigrasi. Ia menilai musiknya tidak seharusnya dikaitkan dengan agenda yang tidak ia dukung.
Olivia Rodrigo
Olivia Rodrigo termasuk musisi lain yang pernah menyampaikan keberatan atas penggunaan musiknya dalam konten yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Dijadwalkan Hadiri Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig di Klaten
Bukan Sekadar Soal Lagu, tetapi Juga Makna di Baliknya
Kontroversi Katy Perry dan Gedung Putih memperlihatkan bagaimana sebuah lagu bisa memiliki makna yang jauh berbeda ketika ditempatkan dalam konteks tertentu. Bagi seorang musisi, karya yang dibuat bertahun-tahun tidak selalu sekadar menjadi materi hiburan. Ada pesan dan nilai yang melekat di dalamnya.
Dalam kasus "Firework", Perry merasa pesan tentang harapan dan kekuatan diri justru digunakan untuk mengiringi visual kekerasan. Itulah yang membuat persoalan ini menjadi lebih besar daripada sekadar penggunaan sebuah lagu dalam video media sosial.
Pada akhirnya, perdebatan ini kembali membuka pertanyaan tentang batas penggunaan karya musik dalam konten politik dan pemerintahan. Di era media sosial, sebuah video hanya membutuhkan beberapa detik untuk menyebar luas. Namun, bagi musisi yang menciptakan karya tersebut, konteks penggunaan dan pesan yang dibawa bisa menjadi persoalan yang jauh lebih panjang.
