Pengendara perlu memahami bahwa perubahan arah lalu lintas tidak selalu berlangsung seketika. Sebelum one way diberlakukan penuh, petugas dapat melakukan proses buka-tutup untuk mengosongkan arus kendaraan yang masih berada di jalur.
"Pengendara diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri menerobos saat arus sedang dialihkan," demikian prinsip utama yang perlu diperhatikan selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Beberapa lokasi yang berpotensi mengalami perlambatan antara lain:
- Pasar Megamendung
- Simpang Pasir Muncang
- Simpang Taman Safari
- Kawasan Cisarua
- Tanjakan Selarong
- Akses masuk tempat wisata dan area parkir
Baca Juga: Kecelakaan Ojol vs Truk LPG di Depok, Pengemudi Tewas dan Penumpang Luka
Mengapa One Way Diterapkan?
Jalur Puncak memiliki karakter jalan yang berkelok, menanjak, dan menurun. Ketika volume kendaraan meningkat tajam, arus dari dua arah berpotensi membuat antrean semakin panjang.
Karena itu, sistem satu arah menjadi salah satu cara untuk memberikan prioritas kepada kendaraan dari satu sisi. Dengan penggunaan jalur yang lebih optimal, antrean diharapkan dapat dikurangi secara bertahap.
Bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Puncak pada 26 Juli 2026, jadwal one way sebaiknya dijadikan sebagai gambaran, bukan patokan yang kaku. Kepolisian dapat memulai, menunda, mempercepat, memperpanjang, atau menghentikan rekayasa lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan.
Karena itu, sebelum berangkat, pengendara sebaiknya mengecek informasi lalu lintas terbaru dan menyiapkan waktu perjalanan lebih longgar. Dengan begitu, perubahan arus di tengah perjalanan tidak terlalu mengganggu agenda liburan akhir pekan.
