POSKOTA.CO.ID - Penjualan Steam Deck Anjlok hingga 82 Persen Usai Kenaikan Harga, Dampak Krisis RAM Mulai Terasa
Krisis pasokan RAM yang tengah melanda industri teknologi mulai memberikan dampak besar terhadap harga berbagai perangkat elektronik.
Tidak hanya produsen smartphone dan komponen PC, perusahaan konsol gim seperti Valve juga ikut terdampak dengan menyesuaikan harga produknya.
Namun, keputusan menaikkan harga Steam Deck justru disebut berdampak negatif terhadap performa penjualannya. Berdasarkan laporan dari Boiling Steam, penjualan handheld gaming tersebut mengalami penurunan drastis setelah kebijakan harga baru diberlakukan.
Baca Juga: Harga PS4 Bekas Terbaru di Pasaran, Mana yang Paling Worth It?
Penjualan Steam Deck Anjlok Usai Kenaikan Harga
Laporan Boiling Steam mengungkapkan bahwa penjualan Steam Deck diperkirakan turun lebih dari 80 persen sejak Valve menaikkan harga perangkat tersebut.
Berdasarkan analisis yang dipublikasikan situs tersebut, penurunannya bahkan mencapai sekitar 82 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sebelum kenaikan harga, Steam Deck dikenal sebagai salah satu perangkat paling laris di platform Steam.
Sepanjang 2025, handheld gaming besutan Valve itu secara konsisten berada di jajaran lima besar produk terlaris berdasarkan grafik penjualan yang tersedia.
Baca Juga: 5 HP Wireless Charging Murah Juli 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan, Lengkap dengan Spesifikasinya
Namun situasi berubah setelah harga baru diterapkan. Sejak Juni hingga saat ini, posisi Steam Deck dalam daftar produk terlaris dilaporkan turun signifikan, dari peringkat kelima menjadi posisi ke-14.
Penurunan peringkat tersebut dinilai mencerminkan melemahnya minat konsumen terhadap perangkat tersebut setelah harganya meningkat di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa angka tersebut bukan merupakan data penjualan resmi dari Valve maupun Steam.
Statistik yang dipublikasikan Boiling Steam hanyalah hasil estimasi berdasarkan analisis terhadap data yang tersedia, sehingga masih memiliki keterbatasan dan belum dapat dijadikan acuan resmi.
Kendati demikian, laporan tersebut memberikan gambaran bahwa kenaikan harga produk di tengah krisis komponen berpotensi memengaruhi keputusan pembelian konsumen, bahkan untuk perangkat yang sebelumnya memiliki permintaan tinggi seperti Steam Deck.
