JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebuah kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), KN SAR Ramawijaya terbakar di Galangan Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
"Api diduga pertama kali muncul dari kamar anak buah kapal (ABK) yang berada di lambung kiri kapal. Dugaan awal mengarah pada aktivitas perbaikan kapal yang tengah berlangsung di lokasi," kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKBP Ardhie Demastyo, dalam keterangannya, Kamis, 23 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, percikan api disadari salah seorang penyambung pelat kapal bernama Eko di area kamar Anak Buah Kapal (ABK). Temuan itu langsung diberitahukan kepada pekerja lain.
Ardhie menduga, percikan api berasal dari pekerjaan penyambungan pelat yang dilakukan di sekitar kamar ABK. Di dalam ruangan tersebut terdapat sejumlah peralatan kerja, seperti mesin las dan gerinda.
"Mandor pekerjaan diketahui tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi karena sedang mengirim material berupa pelat kapal ke kawasan Tanjung Priok," ujarnya.
Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan kemungkinan korban maupun kerugian material.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Tim telah mengamankan TKP, memeriksa para saksi, dan akan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polda Metro Jaya guna melakukan olah TKP secara menyeluruh," ucapnya.
Menurutnya, penyidik juga akan mendalami prosedur pekerjaan perbaikan kapal yang berlangsung sebelum kebakaran terjadi. Seluruh aktivitas perbaikan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari PT Proskuneo.
Baca Juga: Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kerahkan 25 Personel SAR
Pemeriksaan akan dilakukan terhadap seluruh pihak yang terlibat guna memastikan apakah seluruh proses pekerjaan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
