"Para wisatawan ini bukan hanya datang untuk singgah. Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya, mereka akan berbelanja, menggunakan berbagai layanan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bali," jelasnya.
Untuk mempercepat pengembangan BMTH, pemerintah saat ini mengoordinasikan penyelesaian sejumlah isu strategis, mulai dari deregulasi layanan marina dan kapal pesiar, integrasi layanan lintas instansi, percepatan penyesuaian tata ruang, hingga penataan kawasan Pelabuhan Benoa.
Langkah tersebut dilakukan agar BMTH memiliki kepastian regulasi sekaligus mampu bersaing sebagai destinasi wisata bahari internasional.
Baca Juga: Apple Naikkan Harga iCloud Plus di Indonesia, Paket 12 TB Kini Rp1,19 Juta per Bulan
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penataan aktivitas kepelabuhanan melalui relokasi bertahap kapal-kapal perikanan menuju Pelabuhan Perikanan Pengambengan yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kebijakan tersebut diharapkan membuka ruang bagi optimalisasi kawasan marina, meningkatkan keselamatan pelayaran, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, serta memperkuat daya saing BMTH sebagai pusat wisata bahari.
AHY Tekankan Pembangunan BMTH Berbasis Keberlanjutan
AHY menegaskan percepatan pembangunan BMTH harus tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan hidup dan budaya Bali.
"Karena itu, seluruh proses pembangunan BMTH akan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability), memperhatikan aspirasi masyarakat, serta berjalan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)," paparnya.
Ia menambahkan, keberhasilan BMTH tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.
"Mengapa tidak jika visinya menjadikan kawasan ini sebagai salah satu marina terbesar dan terbaik di Asia Tenggara? Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar sudah sepatutnya menjadi hub sekaligus pusat wisata bahari yang mendunia," tutur AHY.
Dalam kunjungan tersebut, AHY juga menerima pemaparan mengenai progres pengembangan BMTH, meliputi percepatan deregulasi, penyesuaian tata ruang, pengembangan kawasan marina, serta rencana relokasi aktivitas perikanan sebagai bagian dari transformasi Pelabuhan Benoa menjadi pusat pariwisata maritim terpadu.
