Desain yang lebih pendek dan lebar dipercaya akan memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman, baik saat mengetik, membaca dokumen, maupun menikmati konten multimedia.
Jika dibandingkan generasi Fold Samsung sebelumnya yang cenderung memanjang, desain baru ini dinilai jauh lebih ergonomis untuk penggunaan sehari-hari.
2. Layar
Salah satu peningkatan yang paling banyak dibicarakan adalah teknologi layar tanpa bekas lipatan.
Selama bertahun-tahun, garis lipatan pada bagian tengah layar menjadi salah satu kelemahan utama smartphone foldable.
Kini, Samsung dikabarkan telah mengembangkan struktur engsel dan panel layar generasi terbaru yang mampu mengurangi bahkan menghilangkan bekas lipatan secara signifikan.
Apple disebut memilih menunggu hingga teknologi tersebut matang sebelum akhirnya masuk ke pasar smartphone lipat.
Apabila bocoran tersebut benar, maka Galaxy Z Fold 8 maupun iPhone Fold akan menawarkan pengalaman visual yang jauh lebih mulus dibanding generasi sebelumnya.
3. Performa
Pada sektor performa, Samsung diperkirakan akan mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy generasi terbaru.
Prosesor tersebut diklaim menawarkan peningkatan performa CPU, GPU, serta efisiensi daya dibanding pendahulunya.
Galaxy Z Fold 8 reguler diperkirakan hadir dengan RAM hingga 12 GB, sedangkan varian Ultra disebut akan menawarkan kapasitas RAM hingga 16 GB pada model penyimpanan tertinggi.
Di sisi lain, iPhone Fold dirumorkan akan menggunakan chip A20 Pro berbasis fabrikasi 2 nanometer yang dipadukan dengan modem terbaru Apple.
Kombinasi tersebut diyakini mampu memberikan performa tinggi sekaligus konsumsi daya yang lebih hemat, terutama saat menjalankan fitur multitasking maupun kecerdasan buatan di perangkat.
