6 Pemain yang Bersinar di Final Piala Dunia, Siapa Saja?

Minggu 19 Jul 2026, 08:07 WIB
Bek Jerman Barat Guido Buchwald dengan tinggi 1,88 meter tersebut memainkan peran kunci dalam meredam ancaman dari seorang Diego Maradona. (Sumber: FIFA)
Bek Jerman Barat Guido Buchwald dengan tinggi 1,88 meter tersebut memainkan peran kunci dalam meredam ancaman dari seorang Diego Maradona. (Sumber: FIFA)

POSKOTA.CO.ID - Final Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi seorang pesepak bola. Tekanan begitu besar, sorotan datang dari seluruh dunia, dan satu momen saja bisa mengubah seorang pemain menjadi legenda.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, ada banyak pemain hebat yang tampil di laga final. Namun, hanya sebagian yang benar-benar mampu memberikan pengaruh besar terhadap hasil pertandingan. Mereka bukan sekadar pencetak gol, tetapi pemain yang hadir ketika tim membutuhkan penentu kemenangan.

Menjelang final Spanyol melawan Argentina pada 2026, sejarah kembali mengingatkan kita pada enam nama yang pernah menjadi pahlawan di partai puncak. Menariknya, tidak semuanya berstatus sebagai bintang utama sebelum pertandingan dimulai.

Berikut adalah 6 pemain terbaik yang pernah berada di final piala dunia yang dilansir dari FIFA.

Baca Juga: Inggris Hancurkan Prancis 6-4 dan Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

6 Pemain yang Bersinar di Final Piala Dunia

1. Geoff Hurst – Inggris, 1966

Nama Geoff Hurst menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Piala Dunia. Ia adalah satu-satunya pemain yang mampu mencetak hat-trick di final Piala Dunia.

Menghadapi Jerman Barat di Wembley, Hurst mencetak dua gol pada waktu normal dan satu gol pada masa perpanjangan waktu. Gol keduanya bahkan masih menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah turnamen karena bola terlebih dahulu membentur mistar sebelum diputuskan melewati garis gawang.

Pada akhirnya, Inggris menang 4-2. Hurst pun mencatatkan namanya sebagai pahlawan terbesar final 1966.

2. Mario Kempes – Argentina, 1978

Mario Kempes menjadi sosok penting ketika Argentina meraih gelar Piala Dunia pertamanya di kandang sendiri.

Melawan Belanda, Kempes membuka keunggulan Argentina dan kembali mencetak gol pada babak perpanjangan waktu. Ia kemudian membantu Daniel Bertoni mencetak gol ketiga.

Kontribusinya membuat Kempes bukan hanya menjadi pahlawan final, tetapi juga pencetak gol terbanyak turnamen.

3. Marco Tardelli – Italia, 1982

Gol Marco Tardelli ke gawang Jerman Barat dikenang bukan hanya karena nilainya, tetapi juga selebrasinya yang emosional.

Tardelli tampil dominan di lini tengah dan mencetak gol kedua Italia pada menit ke-69. Selebrasinya dengan kepalan tangan dan wajah penuh kegembiraan kemudian menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

"Mesin di lini tengah" itu membantu Italia menang 3-1 dan mengangkat trofi untuk ketiga kalinya.

4. Guido Buchwald – Jerman Barat, 1990

Tidak semua pahlawan final harus mencetak gol. Guido Buchwald membuktikannya pada 1990.

Tugasnya sangat berat: menghentikan Diego Maradona. Buchwald menjalankan peran tersebut dengan disiplin dan berhasil membatasi ruang gerak sang legenda Argentina.

Jerman Barat akhirnya menang 1-0 lewat penalti Andreas Brehme. Namun, keberhasilan Buchwald mematikan ancaman Maradona menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut.

5. Ronaldo – Brasil, 2002

Setelah mengalami kekecewaan pada final 1998, Ronaldo mendapatkan kesempatan kedua empat tahun kemudian.

Di Yokohama, ia mencetak dua gol ke gawang Jerman dan membawa Brasil menang 2-0. Dua gol tersebut sekaligus melengkapi perjalanan luar biasanya di turnamen dengan total delapan gol.

Ronaldo akhirnya meraih Sepatu Emas dan membawa Brasil memenangkan gelar Piala Dunia kelima.

6. Mario Götze – Jerman, 2014

Mario Götze mungkin tidak mengawali final 2014 sebagai pemain utama. Ia bahkan baru masuk pada menit ke-88 untuk menggantikan Miroslav Klose.

Namun, justru Götze yang menjadi penentu. Pada menit ke-113, ia menerima umpan André Schürrle dengan dada sebelum melepaskan tendangan voli yang menggetarkan gawang Argentina.

Gol tunggal itu mengantarkan Jerman menjadi juara dunia. Götze pun menjadi pemain pengganti pertama yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia.

Baca Juga: Voltron Resmikan Charging Hub Terbesar di Puri Indah, Isi Daya Mobil Listrik hingga 80 Persen dalam 12 Menit

Pahlawan Final Tidak Selalu Datang dari Pemain Terbesar

Enam cerita tersebut menunjukkan satu hal: final Piala Dunia tidak selalu dimenangkan oleh pemain yang paling populer. Hurst, Kempes, Tardelli, Buchwald, Ronaldo, dan Götze memiliki cerita berbeda, tetapi semuanya memiliki kesamaan mereka mampu tampil ketika tekanan berada di titik tertinggi.

Pada akhirnya, itulah yang membuat final Piala Dunia begitu sulit dilupakan. Sebuah turnamen bisa berlangsung selama berminggu-minggu, tetapi sejarah sering kali hanya mengingat satu nama dari satu momen.

Dan bagi pemain yang mampu menciptakan momen tersebut, satu pertandingan sudah cukup untuk mengubah karier menjadi legenda.


Berita Terkait


News Update