POSKOTA.CO.ID - Pecatur dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand berkumpul di Ballroom Rumah Batavi Hotel, Jakarta, untuk mengikuti turnamen Achmad Tjachja Nugraha Cup.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi bergengsi di atas papan catur, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk memperluas pengalaman, membangun relasi, dan mempererat persahabatan lintas negara.
Turnamen ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang dan usia, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga catur mampu menjadi sarana pemersatu yang melampaui batas wilayah maupun budaya.
Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha menilai generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang positif untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.
Baca Juga: Bolehkah Olahraga Saat Perut Kosong? Ini Fakta, Manfaat, dan Risikonya
"Anak muda membutuhkan wadah untuk tumbuh, belajar, berkompetisi, dan mengembangkan potensi," ujar Prof. Achmad Tjachja Nugraha.
Menurutnya, turnamen seperti ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dalam suasana kompetitif yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menegaskan bahwa catur bukan sekadar permainan yang mempertemukan dua orang di atas papan, melainkan sarana pembelajaran dalam kehidupan.
"Catur mengajarkan kita untuk berpikir sebelum mengambil keputusan, menyusun strategi, dan bertanggung jawab atas setiap langkah yang diambil," katanya.
Manfaat Bermain Catur bagi Generasi Muda
Setiap langkah dalam permainan catur membutuhkan konsentrasi, ketenangan, kesabaran, serta kemampuan menganalisis berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
