PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Memasuki musim kemarau, krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.
Berdasarkan data BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, sedikitnya tiga kecamatan telah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, yakni Kecamatan Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari.
Sekretaris BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan pihaknya mulai menerima laporan terkait krisis air bersih seiring memasuki musim kemarau.
"Dengan kondisi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air," ujar Nana, Kamis, 16 Juli 2026.
BPBD-PK meminta masyarakat menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk menghemat air selama musim kemarau, di antaranya:
- Menggunakan air sesuai kebutuhan.
- Menutup keran setelah digunakan.
- Segera memperbaiki kebocoran saluran air.
- Memanfaatkan air bekas yang masih layak, misalnya untuk menyiram tanaman.
- Menyimpan cadangan air bersih di tempat yang tertutup.
- Membersihkan penampungan air secara berkala agar kualitas air tetap terjaga.
"Simpan air bersih pada tempat yang tertutup, bersihkan penampungan secara berkala, dan pastikan kualitas air tetap bersih dan aman," katanya.
BPBD Waspadai Risiko Kebakaran Saat Musim Kemarau
Selain potensi kekeringan, BPBD-PK juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran yang biasanya meningkat saat musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun lahan, menghindari membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Jangan membakar sampah atau lahan. Hindari membuang puntung rokok sembarangan dan segera laporkan apabila melihat titik api," ujar Nana.
Nana mengungkapkan, BPBD-PK telah menerima sejumlah permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).
Hingga saat ini, terdapat tiga kecamatan yang terdampak krisis air bersih. Namun, jumlah tersebut diperkirakan dapat bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
"Sejauh ini sudah ada tiga kecamatan yang terdampak. Namun jika musim kemarau terus berlanjut, wilayah yang mengalami kekeringan diperkirakan akan terus bertambah," katanya.
BPBD-PK Kabupaten Pandeglang terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak dengan mengerahkan armada tangki air milik pemerintah daerah.
Selain itu, BPBD-PK juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, PMI, dan berbagai pihak lainnya untuk memperkuat distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Masyarakat Diminta Segera Melapor jika Mengalami Krisis Air Bersih
Nana mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari agar persediaan air dapat bertahan lebih lama selama musim kemarau.
Ia juga meminta warga segera melapor kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga bantuan dapat segera disalurkan.
"Masyarakat kami harapkan bisa menghemat penggunaan air dan segera melapor kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan air bersih, sehingga bantuan dapat segera disalurkan," ujarnya.
BPBD-PK Kabupaten Pandeglang memastikan terus memantau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah desa terdampak terus bertambah selama musim kemarau.
