POSKOTA.CO.ID - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengambil langkah kemanusiaan dengan menyumbangkan seluruh pendapatan dari penjualan tiket pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel yang berlangsung di Stadion Ullevaal, Oslo, pada 11 Oktober 2025.
Seluruh dana yang terkumpul dialokasikan untuk mendukung bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Norwegia dalam memberikan dukungan kepada warga sipil yang menjadi korban perang.
Dana Disalurkan ke Organisasi Medis Internasional
NFF memastikan seluruh hasil penjualan tiket disalurkan kepada sejumlah organisasi medis internasional, termasuk Dokter Tanpa Batas (Medecins Sans Frontieres/MSF).
Baca Juga: Empat Tim Terbaik Siap Bertarung, Ini Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Organisasi tersebut menyatakan bahwa dana yang diterima akan digunakan untuk mendukung layanan kesehatan darurat, penyediaan obat-obatan, serta berbagai bentuk bantuan medis bagi masyarakat Gaza yang membutuhkan pertolongan.
Langkah ini memperlihatkan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan di tengah situasi krisis global.
Norwegia Desak FIFA Bertindak Konsisten
Selain memberikan bantuan kemanusiaan, Norwegia juga terus menyuarakan sikap politik olahraga terkait konflik Israel-Palestina.
NFF menjadi salah satu federasi sepak bola Eropa yang secara terbuka mendorong FIFA agar menangguhkan keanggotaan Asosiasi Sepak Bola Israel.
Menurut mereka, FIFA perlu menerapkan statuta secara konsisten sebagaimana ketika menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah invasi ke Ukraina.
Meski demikian, Norwegia tidak memilih memboikot pertandingan melawan Israel. Federasi tersebut lebih menekankan pentingnya keputusan resmi dari FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia.
Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Inggris, Siapa Lolos ke Semifinal?
Hubungan Historis Norwegia dengan Konflik Timur Tengah
Sikap Norwegia terhadap isu Palestina juga tidak lepas dari sejarah diplomasi negara tersebut.
Pada 1993, Norwegia menjadi tuan rumah perundingan rahasia yang melahirkan Kesepakatan Oslo.
Perjanjian tersebut menjadi tonggak penting karena menghadirkan pengakuan timbal balik antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), sekaligus membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan otonomi Palestina secara terbatas.
Walaupun kesepakatan itu belum berhasil menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, Norwegia hingga kini tetap aktif dalam berbagai upaya diplomatik terkait konflik di kawasan tersebut.
Tampil Gemilang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Di atas lapangan, Norwegia juga menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dipimpin oleh bintang Manchester City Erling Haaland dan kapten Arsenal Martin Ødegaard, tim berjuluk Løvene tampil sebagai salah satu kekuatan baru di Eropa.
Kemenangan meyakinkan atas Israel semakin memperbesar peluang mereka untuk kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi Prancis 1998.
Meski perjalanan Norwegia akhirnya terhenti setelah kalah tipis 1-2 dari Inggris di babak perempat final, kiprah mereka mendapat perhatian dunia.
Tidak hanya karena prestasi di lapangan, tetapi juga karena aksi kemanusiaan yang menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi media untuk menyalurkan solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan.
