Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki identitas pengirim serta motif di balik ancaman tersebut.
Tim Gegana dan Anjing Pelacak Lakukan Penyisiran
Menyusul laporan yang diterima pihak kepolisian, Tim Gegana Brimob langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.
Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan anjing pelacak (K9) guna memastikan tidak ada bahan peledak yang membahayakan siswa, guru, maupun warga sekitar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar penanganan ancaman bom sekaligus memastikan situasi di SDN Srengseng Sawah 15 dalam kondisi aman.
Viral di Media Sosial, Warganet Berikan Beragam Tanggapan
Unggahan mengenai ancaman bom tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memunculkan beragam komentar dari warganet.
Sebagian menduga ancaman tersebut hanyalah teror palsu, sementara lainnya meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat.
"pengalihan isu, kasus wkwkkw," ketik @mkr***
"Boongan itu dari nomer nya ajh udh bikin ketawa," komen @rzk***
"Harus dpt pelakunya, ini bukan mian main, jangan ada materai minta maaf prank," tulis @ro_***
Baca Juga: DPRD Jakarta Sebut Pembebasan Lahan Cawang Bisa Dicontoh Wilayah Lain
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait sumber ancaman dan belum memberikan kesimpulan mengenai kebenaran klaim adanya 11 bom di lingkungan sekolah.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menunggu perkembangan resmi dari hasil penyelidikan kepolisian.
