POSKOTA.CO.ID - Memilih perangkat untuk bekerja atau kuliah kini tidak lagi sekadar mencari spesifikasi paling tinggi. Di tahun 2026, perkembangan teknologi membuat laptop dan tablet sama-sama menawarkan performa yang mumpuni, bahkan di kelas harga yang lebih terjangkau.
Tablet modern kini dibekali prosesor bertenaga, dukungan kecerdasan buatan (AI), keyboard eksternal, hingga stylus yang mampu menunjang berbagai aktivitas produktif. Sementara itu, laptop entry-level juga mengalami peningkatan signifikan berkat prosesor generasi terbaru yang lebih hemat daya dan memiliki performa lebih stabil untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Lantas, mana yang lebih layak dipilih? Jawabannya kembali pada kebutuhan dan cara setiap orang bekerja.
Baca Juga: Rekomendasi Kabel Thunderbolt 4 2026 dengan Performa Tinggi untuk Kebutuhan Profesional
Mobilitas Membuat Sebagian Pengguna Beralih ke Tablet
Bagi sebagian orang, mobilitas menjadi alasan utama memilih tablet dibanding laptop.
Affan Fauzan, warga Kota Depok, mengaku awalnya mengandalkan laptop untuk bekerja. Namun, perubahan pola kerja yang lebih sering dilakukan di luar kantor membuatnya beralih menggunakan tablet.
"Karena pekerjaannya sekarang lebih mobile, maka saya beralih menggunakan tablet dari dahulu yang sebelumnya memang menggunakan laptop," ujarnya.
Menurut Affan, ukuran tablet yang lebih ringkas membuat perangkat tersebut jauh lebih praktis dibawa ke mana saja.
"Bisa dimasukkan ke dalam tas yang ukurannya tidak terlalu besar. Saat menggunakan sepeda motor ketika hujan pun masih muat dimasukkan ke dalam bagasi motor," tambahnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ukuran dan kemudahan membawa perangkat menjadi faktor yang tidak kalah penting dibanding spesifikasi.
Tablet Makin Andal, tetapi Laptop Masih Unggul untuk Pekerjaan Berat
Hal serupa juga dirasakan Widyantara, seorang desainer grafis asal Kota Bogor. Ia memilih tablet saat mencari inspirasi dan membuat sketsa karena lebih fleksibel digunakan di berbagai tempat.
"Kalau menggambar saya butuh inspirasi dan harus mencari tempat yang bisa menggugah ide. Alat yang paling sering saya bawa tentu tablet," katanya.
Meski demikian, ia tetap mengandalkan laptop atau komputer ketika mengerjakan proyek dengan beban kerja lebih tinggi.
"Untuk tugas yang lebih berat tentu saya akan menggunakan laptop atau komputer."
Perkembangan tablet memang membuat batas antara tablet dan laptop semakin tipis. Perangkat seperti iPad, Samsung Galaxy Tab, maupun Surface Pro kini mendukung mode desktop, multitasking, keyboard magnetik, mouse, trackpad, hingga stylus dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan, sejumlah model premium sudah mampu menangani editing video, ilustrasi digital, dan desain grafis.
Namun, laptop masih memiliki keunggulan pada sistem operasi desktop yang memungkinkan pengguna membuka banyak aplikasi secara bersamaan dengan lebih nyaman.
Pertimbangkan Kebutuhan Sebelum Membeli
Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan.
Pilih tablet jika aktivitas didominasi mencatat, membaca dokumen, presentasi, menggambar, atau bekerja dengan mobilitas tinggi.
Pilih laptop apabila pekerjaan membutuhkan multitasking intensif, menjalankan software profesional, pemrograman, editing video, atau aplikasi desktop lainnya.
Pertimbangkan aksesori seperti keyboard dan stylus karena dapat meningkatkan produktivitas tablet, tetapi juga menambah biaya pembelian.
Sesuaikan dengan anggaran, karena pada rentang harga tertentu laptop maupun tablet kini sama-sama menawarkan performa kompetitif.
Baca Juga: Kejutan di Sentul, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Aset Ratusan Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi
Laptop dan Tablet Sama-sama Relevan di 2026
Persaingan antara laptop dan tablet tidak lagi menghasilkan jawaban mutlak mengenai mana yang terbaik. Tablet kini semakin mendekati pengalaman menggunakan laptop, terutama bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas dan mobilitas.
Di sisi lain, laptop tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan performa stabil, multitasking tanpa hambatan, serta kompatibilitas penuh dengan aplikasi profesional.
Pada akhirnya, perangkat terbaik bukanlah yang memiliki spesifikasi paling tinggi, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola aktivitas sehari-hari.
