"Kalau menggambar saya butuh inspirasi dan harus mencari tempat yang bisa menggugah ide. Alat yang paling sering saya bawa tentu tablet," katanya.
Meski demikian, ia tetap mengandalkan laptop atau komputer ketika mengerjakan proyek dengan beban kerja lebih tinggi.
"Untuk tugas yang lebih berat tentu saya akan menggunakan laptop atau komputer."
Perkembangan tablet memang membuat batas antara tablet dan laptop semakin tipis. Perangkat seperti iPad, Samsung Galaxy Tab, maupun Surface Pro kini mendukung mode desktop, multitasking, keyboard magnetik, mouse, trackpad, hingga stylus dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan, sejumlah model premium sudah mampu menangani editing video, ilustrasi digital, dan desain grafis.
Namun, laptop masih memiliki keunggulan pada sistem operasi desktop yang memungkinkan pengguna membuka banyak aplikasi secara bersamaan dengan lebih nyaman.
Pertimbangkan Kebutuhan Sebelum Membeli
Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan.
Pilih tablet jika aktivitas didominasi mencatat, membaca dokumen, presentasi, menggambar, atau bekerja dengan mobilitas tinggi.
Pilih laptop apabila pekerjaan membutuhkan multitasking intensif, menjalankan software profesional, pemrograman, editing video, atau aplikasi desktop lainnya.
Pertimbangkan aksesori seperti keyboard dan stylus karena dapat meningkatkan produktivitas tablet, tetapi juga menambah biaya pembelian.
Sesuaikan dengan anggaran, karena pada rentang harga tertentu laptop maupun tablet kini sama-sama menawarkan performa kompetitif.
Baca Juga: Kejutan di Sentul, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Aset Ratusan Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi
Laptop dan Tablet Sama-sama Relevan di 2026
Persaingan antara laptop dan tablet tidak lagi menghasilkan jawaban mutlak mengenai mana yang terbaik. Tablet kini semakin mendekati pengalaman menggunakan laptop, terutama bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas dan mobilitas.
