Pramono Resmikan Shelter Ojol untuk Dorong Penataan Ojek Online di Jakarta

Selasa 07 Jul 2026, 17:43 WIB
Sopir ojol di Shelter Grab Indonesia, kawasan Thamrin–Bundaran HI, Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)
Sopir ojol di Shelter Grab Indonesia, kawasan Thamrin–Bundaran HI, Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meresmikan shelter ojek online (ojol) di kawasan Thamrin–Bundaran HI, Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.

Keberadaan shelter menjadi salah sebuah solusi penataan ojol yang kerap menimbulkan kemacetan saat mengangkut penumpang.

"Tujuan diadakan shelter ini adalah untuk menertibkan agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya," kata Pramono, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia berharap, pembangunan shelter serupa tidak berhenti di kawasan Thamrin saja, melainkan diperluas ke berbagai titik strategis di Jakarta sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga: Keluhan Driver Ojol Usai Harga Pertamax Naik: Penghasilan Tetap, Pengeluaran Bertambah

"Yang kedua tentunya saya sangat berharap bahwa tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini saja tapi di tempat-tempat lain terjaga, terawat dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, pembenahan transportasi di Jakarta tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan konektivitas antarmoda serta kolaborasi dengan pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi.

"Karena untuk mengatur memperbaiki transportasi di Jakarta, tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang ada, tetapi konektivitas, kerja sama dengan para pelaku usaha di jasa transportasi ini, sehingga dengan demikian ini menjadi salah satu contoh," ucapnya.

Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menerapkan konsep shelter serupa di berbagai lokasi lain yang memiliki aktivitas padat.

Baca Juga: Rekomendasi HP Bekas untuk Ojol Mei 2026, Stabil Dipakai Narik dan Minim Overheat

"Dan saya akan minta kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan di daerah-daerah lain, tempat-tempat lain yang seperti ini kalau bisa dilakukan akan menjadi lebih baik," tuturnya.

Kepala Dishub Jakarta, Budi Awaludin berkomitmen memperluas pembangunan shelter bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai asosiasi pengelola properti, pelaku usaha, hingga pusat perbelanjaan.

"Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen juga dengan para, apa namanya, asosiasi dari properti, asosiasi pelaku usaha dan juga mal-mal. Kita akan menentukan titik-titik mana yang akan kita bangun shelter dan seluruh aplikator yaitu Grab, Gojek juga siap untuk membangun bersama," kata dia.

Selain di kawasan perkantoran dan pusat aktivitas masyarakat, Dishub juga mulai membangun shelter di seluruh terminal yang dikelola pemerintah daerah.

Menurut Budi, Terminal Terpadu Pulo Gebang menjadi terminal pertama yang telah memiliki fasilitas tersebut dan pembangunan akan dilanjutkan ke terminal-terminal lainnya.

"Namun saat ini dari kami, seluruh terminal Pak Gubernur, saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat shelter dan Terminal Pulo Gebang kemarin sudah Pak, dan selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada shelter-shelter-nya," ungkap dia.

Baca Juga: Perpres Baru Ojol Terbit, Ini Respons inDrive Indonesia

Budi memastikan seluruh pengemudi transportasi daring dapat memanfaatkannya secara gratis. Ia juga memastikan operasional shelter berlangsung selama 24 jam sehingga dapat digunakan kapan pun oleh para pengemudi maupun penumpang.

"Ya, ini gratis ya, dan juga 24 jam ya di sini. Dan begitu juga nanti yang tempat-tempat yang lainnya. Selanjutnya untuk stasiun kami akan kerja sama juga dengan Kereta Api ya untuk melakukan penataan ini terutama nanti yang ada di Palmerah," ujarnya.


Berita Terkait


News Update