Obrolan Warteg: Tugas Mulia Ibu – Ibu Srikandi Jaga Desa

Senin 06 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 5 Juli 2025. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 5 Juli 2025. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Telah terbentuk dan dikukuhkan DPP, DPD dan DPC Srikandi Jaga Desa, cabang organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), di Jakarta, Jumat malam lalu, 3 Juli 2026.

Salah satu tugas Srikandi Jaga Desa adalah mengawal program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), selain pemberdayaan perempuan desa.

Diberitakan, Ketua Dewan Pembina DPP Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo mengajak para srikandi membina, mendampingi hingga mengawasi pelaksanaan program agar terhindar dari potensi penyimpangan.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Merger, Tak Sebatas Koalisi

Menurut Hashim, peran serta partisipasi ibu-ibu srikandi itu semakin penting untuk memberikan pembinaan, memberikan pendampingan, dan memberikan pengawasan terhadap semua program pemerintah yang akan dilaksanakan di tingkat desa itu adalah tugas mulia yang diberikan kepada ibu-ibu Srikandi Jaga Desa.

“Tugas mulia karena menjaga dan mengawal program agar  berjalan dengan baik dan benar, serta tepat sasaran,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Tugas mulia karena mengawal program yang mulia juga, memberikan makan bergizi gratis bagi anak – anak dan ibu hamil. Sudah bergizi, gratis lagi,” kata Yudi.

“Karena tugas mulia, maka jalankan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Penuh dengan rasa tanggung jawab dan kesadaran tinggi menyiapkan anak cerdas dan berkualitas mengisi Indonesia Emas,” urai mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bagaikan Jalan Baru Menuju Korupsi

“Kawal program mulia jangan sampai diselewengkan demi kepentingan sekelompok orang. Sebaiknya sebagai pembina, pendamping dan pengawas, jangan tergiur ikut terlibat dalam bisnis program MBG,” kata Heri.

“Itu usulan yang baik. Jangan pengawasnya ikut pula bisnis mengelola dapur MBG, lantas siapa yang mengawasi,” kata Yudi.

“Idealnya sebagai pengawas itu netral, tidak ikut terlibat dalam program yang sedang diawasi ya. Jangan sampai sebagai pengawas, malah menjadi pihak yang diawasi. Kalian paham dong maksudnya?” urai mas Bro.

“Ya, kira – kira begitulah,” celatuk Yudi.

“Yang jelas namanya saja sudah keren. Dalam cerita pewayangan, Srikandi itu sosok wanita tangguh, pemberani, ulet, pejuang dan pahlawan bagi negerinya,” kata Heri.

“Betul, Srikandi itu simbol kepahlawanan. Dalam konteks Srikandi Jaga Desa, dapat ditafsirkan sebagai pejuang tangguh yang akan mengawal semua program pemerintah hingga ke desa – desa. Agar program tersebut kian bermanfaat bagi masyarakat desa, program sampai ke sasaran yang tepat, bukan tercecer di tengah jalan,” urai mas Bro.

“Jadi jangan coba – coba bermain-main. Anggaran dari rakyat untuk kesejahteraan rakyat, diselewengkan untuk kerabat. Awas, di belakangnya ada Srikandi yang tengah mengawasi,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update