Obrolan Warteg: Tugas Mulia Ibu – Ibu Srikandi Jaga Desa

Senin 06 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 5 Juli 2025. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 5 Juli 2025. (Sumber: Poskota)

“Itu usulan yang baik. Jangan pengawasnya ikut pula bisnis mengelola dapur MBG, lantas siapa yang mengawasi,” kata Yudi.

“Idealnya sebagai pengawas itu netral, tidak ikut terlibat dalam program yang sedang diawasi ya. Jangan sampai sebagai pengawas, malah menjadi pihak yang diawasi. Kalian paham dong maksudnya?” urai mas Bro.

“Ya, kira – kira begitulah,” celatuk Yudi.

“Yang jelas namanya saja sudah keren. Dalam cerita pewayangan, Srikandi itu sosok wanita tangguh, pemberani, ulet, pejuang dan pahlawan bagi negerinya,” kata Heri.

“Betul, Srikandi itu simbol kepahlawanan. Dalam konteks Srikandi Jaga Desa, dapat ditafsirkan sebagai pejuang tangguh yang akan mengawal semua program pemerintah hingga ke desa – desa. Agar program tersebut kian bermanfaat bagi masyarakat desa, program sampai ke sasaran yang tepat, bukan tercecer di tengah jalan,” urai mas Bro.

“Jadi jangan coba – coba bermain-main. Anggaran dari rakyat untuk kesejahteraan rakyat, diselewengkan untuk kerabat. Awas, di belakangnya ada Srikandi yang tengah mengawasi,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update