JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana kembali mendapat perhatian melalui Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026.
Pameran internasional yang menghadirkan teknologi mitigasi bencana, peralatan penyelamatan, dan sistem tanggap darurat ini digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Mengusung konsep pameran Business-to-Business (B2B), EDRR Indonesia 2026 mempertemukan pelaku industri, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, organisasi kemanusiaan, hingga pakar keselamatan dari berbagai negara.
Pameran ini menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan teknologi terbaru dalam mitigasi bencana, penyelamatan, manajemen risiko, dan respons keadaan darurat.
Baca Juga: IIMS 2027 Mundur ke Mei, Dyandra Siapkan Hall Baru 20.000 Meter Persegi di JIExpo Kemayoran
Project Director Seven Event selaku penyelenggara pameran, Vista Limbong, mengatakan EDRR Indonesia 2026 dirancang sebagai platform B2B yang mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem keselamatan dan kebencanaan.
“Melalui EDRR Indonesia 2026, kami ingin memfasilitasi pertemuan antara para produsen teknologi keselamatan dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kemanusiaan,” kata Vista.
Ia menambahkan, fokus EDRR Indonesia 2026 adalah menghadirkan solusi teknologi yang lebih praktis, efisien, dan siap diintegrasikan.
“Harapannya dapat membantu mempercepat respons darurat sekaligus meminimalkan risiko akibat bencana di Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: Nilai Transaksi dan Pengunjung JakFair tak Sesuai Target, JIEXPO Ungkap Alasannya
Dorong Kolaborasi Internasional
Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC)-CPIT Shanghai, Fiona Bai, mengatakan kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan bencana global yang semakin kompleks.
Menurutnya, EDRR Indonesia 2026 menjadi penghubung antara perkembangan teknologi global dengan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
“EDRR Indonesia 2026 hadir sebagai jembatan penting yang menghubungkan inovasi teknologi dunia dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Fiona.
Ia mengatakan pihaknya menghadirkan teknologi dan pakar keselamatan dari berbagai negara ke Indonesia karena melihat adanya komitmen kuat pemerintah dan institusi Indonesia dalam memperkuat sistem mitigasi bencana.
Selain pameran, rangkaian seminar dan workshop hingga simulasi penyelamatan yang dipandu para ahli pun dihadirkan.
“Melalui pertemuan tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai strategi dan teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi serta mempercepat penanganan keadaan darurat,” ucapnya.
Penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026 mendapat dukungan dari sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia.
Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Geologi, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Dukungan juga diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU), turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran tersebut.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan dukungan.
Sejumlah narasumber dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Universitas Pertahanan turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan EDRR Indonesia 2026.
Keterlibatan berbagai lembaga tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem manajemen bencana yang terkoordinasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Selain itu, bisa menjadi wadah diskusi interaktif bagi praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar wawasan, pengalaman, serta strategi dalam memperkuat manajemen risiko bencana.
