"Kalau orang tua saya tuh ngasihnya Rp50.000 per minggu. Kadang kalau awal bulan ngasihnya Rp100.000," ujarnya.
Namun, uang tersebut lebih banyak ditabung karena kebutuhan makan sudah disediakan sekolah.
"Soalnya saya di sini kan dapat makan juga tiga kali sama snack juga. Jadi saya tabung duitnya," katanya.
Randi mengungkapkan, siswa Sekolah Rakyat mendapat kesempatan pulang saat masa libur sekolah.
"Kalau di Sekolah Rakyat libur dua minggu kalau siswanya. Biasanya kenaikan kelas sama Lebaran, libur tahun baru. Jadi boleh pulang ke rumah," ujarnya.
Ia juga menceritakan persiapan yang dilakukan menjelang kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Jakarta Pramono Anung ke sekolahnya.
"Persiapannya dari kemarin. Ada paduan suara, ada nari, ada paskibra, ada yel-yel," katanya.
Terkait cita-cita, Randi mengaku ingin menjadi tentara. Menurutnya, kedisiplinan yang diterapkan di Sekolah Rakyat cukup membantu membentuk karakter para siswa.
"Kalau dulu saya cita-citanya pengen jadi tentara sih," ujarnya.
Selain itu, para siswa juga dibiasakan menggunakan bahasa asing dalam aktivitas sehari-hari.
"Di sini kami pakai bahasa asing juga. Ada bahasa Spanyol sama bahasa Jepang," katanya.
