JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Program Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi Muhammad Randi Junaidi untuk kembali melanjutkan pendidikan setelah sempat berhenti sekolah selama satu tahun akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan itu mengaku mengetahui program tersebut melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang datang ke rumahnya di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Kalau saya tahu dari PKH. Jadi tuh ada orang dari PKH datang ke rumah. Jadi dia ngajuin, mau nggak sekolah di Sekolah Rakyat," ujar Randi saat ditemui Poskota di SRMA 10 Jakarta Selatan.
Randi yang kini naik ke kelas XI mengaku telah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu tahun. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Kusno Junaedi (47), bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya, Kustiah (48), merupakan ibu rumah tangga.
"Kalau background orang tua saya tuh, yang dari ayah saya kerja sebagai kuli bangunan. Kalau dari ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Kalau saya tiga bersaudara dan anak kedua," katanya.
Ia juga memiliki saudara kembar bernama Muhammad Andi Junaidi yang saat ini juga bersekolah di Sekolah Rakyat.
Menurut Randi, konsep pendidikan di Sekolah Rakyat menggunakan sistem boarding school atau berasrama. Seluruh siswa tinggal di lingkungan sekolah dan menjalani aktivitas selama 24 jam.
"Kalau konsepnya tuh di sini kami konsepnya boarding school atau berasrama," ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Bangun Sekolah Rakyat
Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sementara bagi siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, aktivitas dapat berlanjut hingga pukul 17.00 WIB.
