Google Siapkan Fitur Game Mode untuk Android Lipat, Main Game Tanpa Gamepad Fisik Bakal Lebih Praktis

Rabu 01 Jul 2026, 19:57 WIB
Ilustrasi perangkat Android lipat dengan fitur gamepad virtual yang dikembangkan Google untuk meningkatkan pengalaman bermain game di layar lipat. (Sumber: Unsplash/Solen Feyissa)
Ilustrasi perangkat Android lipat dengan fitur gamepad virtual yang dikembangkan Google untuk meningkatkan pengalaman bermain game di layar lipat. (Sumber: Unsplash/Solen Feyissa)

POSKOTA.CO.ID - Popularitas ponsel Android lipat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menawarkan layar yang lebih luas, perangkat jenis ini juga mulai dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, termasuk bermain game. Melihat tren tersebut, Google dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru yang dirancang khusus untuk memaksimalkan pengalaman gaming di perangkat lipat.

Fitur yang disebut Foldable Game Mode itu diperkirakan akan menjadi bagian dari Android 17. Kehadirannya memungkinkan pengguna memainkan game menggunakan pengontrol virtual yang muncul langsung di layar, sehingga tidak lagi bergantung pada gamepad fisik.

Informasi mengenai fitur ini pertama kali diungkap oleh mantan jurnalis Google, Mishaal Rahman, yang membagikan pratinjau pengembangannya. Dari bocoran tersebut terlihat bahwa Google mulai memberi perhatian lebih terhadap optimalisasi perangkat Android lipat, terutama bagi pengguna yang gemar bermain game.

Baca Juga: BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin 

Layar Dibagi Dua untuk Tampilan Game dan Kontrol Virtual

Konsep Foldable Game Mode cukup sederhana, tetapi menawarkan solusi yang praktis. Saat perangkat lipat dibuka, layar akan dibagi menjadi dua bagian dengan komposisi 50:50.

Bagian atas digunakan untuk menampilkan permainan, sedangkan bagian bawah berubah menjadi pengontrol virtual layaknya gamepad konsol. Dengan pendekatan ini, jari pengguna tidak lagi menutupi area permainan seperti ketika menggunakan tombol sentuh yang berada di atas tampilan game.

Untuk tahap awal pengembangan, pembagian layar tersebut masih bersifat tetap. Namun bukan tidak mungkin Google akan menghadirkan opsi penyesuaian ukuran layar pada pembaruan berikutnya agar pengguna memiliki fleksibilitas lebih sesuai preferensi masing-masing.

Menariknya lagi, gamepad virtual ini bekerja di tingkat sistem operasi. Artinya, fitur tersebut mampu meniru fungsi kontroler fisik sehingga game yang telah mendukung gamepad dapat langsung dimainkan tanpa memerlukan penyesuaian tambahan dari pengembang.

Meski demikian, game yang dimainkan tetap harus mendukung tampilan adaptif agar antarmuka dapat menyesuaikan ketika hanya menggunakan setengah bagian layar.

Gamepad Virtual Hadir dengan Tombol Lengkap

Salah satu nilai tambah dari fitur ini adalah kelengkapan tombol yang disediakan. Google tidak hanya menghadirkan tombol dasar, tetapi juga hampir seluruh tata letak standar yang biasa ditemukan pada kontroler konsol.

Beberapa tombol yang tersedia antara lain:

  • D-pad untuk navigasi.
  • Dua joystick analog.
  • Tombol A, B, X, dan Y.
  • Tombol bahu L1, L2, L3.
  • Tombol bahu R1, R2, R3.
  • Tombol Start.

Dengan konfigurasi tersebut, pengalaman bermain diperkirakan akan terasa lebih familiar, terutama bagi pengguna yang terbiasa memainkan game menggunakan kontroler.

Pengguna Bisa Mengatur Tampilan Sesuai Kenyamanan

Selain menghadirkan kontrol virtual, Google juga menambahkan sejumlah opsi personalisasi. Pengguna nantinya dapat memilih tata letak tombol yang dianggap paling ergonomis.

Ukuran tombol pun dapat diubah menjadi kecil, sedang, atau besar sesuai kebutuhan. Fitur lain seperti mode gelap dan umpan balik haptik juga disiapkan untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih nyaman dan responsif.

Google turut menyediakan opsi untuk menampilkan maupun menyembunyikan kontrol virtual kapan saja, baik sebelum permainan dimulai maupun saat game sedang berjalan.

Apabila sistem mendeteksi gamepad fisik yang terhubung melalui USB atau Bluetooth, kontrol virtual akan otomatis dinonaktifkan sehingga tidak mengganggu tampilan layar.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Kapan Rilis? Ini Bocoran 5 Upgrade Besar yang Dibawanya

Menjadi Langkah Awal bagi Ekosistem Android Lipat

Meski masih dalam tahap pengembangan, Foldable Game Mode dinilai menjadi sinyal bahwa Google semakin serius mengembangkan ekosistem Android lipat.

Setelah masuk ke proyek Android Open Source Project (AOSP), setiap produsen smartphone nantinya dapat menyesuaikan implementasi fitur tersebut dengan karakteristik perangkat lipat masing-masing. Pendekatan ini membuka peluang hadirnya pengalaman bermain game yang lebih optimal di berbagai merek Android.

Jika akhirnya dirilis bersama Android 17, Foldable Game Mode berpotensi menjadi salah satu fitur yang membuat perangkat Android lipat semakin menarik, terutama bagi pengguna yang menginginkan layar luas sekaligus kenyamanan bermain game tanpa harus membawa kontroler tambahan.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Kebenaran dan Keadilan

News Update