POSKOTA.CO.ID - “Safari politik hendaknya menjadi inspirasi sebagai kata kunci mencapai cita – cita negeri, terwujudnya kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Safari politik membangun komunikasi politik yang lebih harmoni, bukan memunculkan distorsi.” -Harmoko-
Selama bulan puasa kita kenal istilah Safari Ramadan, datang hari raya, Safari Lebaran, usai lebaran berlanjut ke Safari Halal Bihalal. Itu momen safari yang lazimnya dilakukan elite politik dalam rangka membangun silaturahmi dan komunikasi, termasuk menyerap aspirasi rakyat.
Dengan momen tersebut, diharapkan safari, dalam artian sebuah perjalanan akan lebih terasa hikmahnya, baik aspek religi dan sosial.
Yang jelas, safari memiliki maksud dan tujuan. Safari Ramadan misalnya adalah kunjungan atau perjalanan yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah, lembaga, instansi ke berbagai wilayah dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi, di antaranya melalui buka puasa dan tarawih bersama bersama masyarakat.
Baca Juga: Kopi Pagi : Cepat dan Bijak
Selain menjadi media informasi dan komunikasi bagi pemerintah untuk menyampaikan program – program kerja yang telah, sedang dan akan berjalan, tak kalah pentingnya menyerap secara langsung aspirasi masyarakat.
Bersilaturahmi langsung dengan komunitas petani, nelayan, pelaku usaha rumahan dan beragam komunitas masyarakat lainnya guna melihat kondisi riil kehidupan masyarakat dalam segala aspeknya.
Kesulitan dan masalah yang mereka hadapi, apa yang dibutuhkan, apa yang dikehendaki dan mana yang menjadi prioritas. Sering disebut merasakan denyut nadi masyarakat sebagai landasan utama dalam mengambil kebijakan yang benar – benar pro rakyat.
Lantas bagaimana dengan safari di luar momen tersebut? Jawabnya boleh – boleh saja,jika dianggap perlu, karena sejatinya tak ada larangan, tak ada batasan waktu dan tempat bagi seseorang untuk melakukan perjalanan, termasuk safari politik.
Baca Juga: Kopi Pagi: Menguatkan Kedaulatan dan Kemandirian
Sebagaimana dengan sebuah perjalanan , tentu memiliki maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Dalam konteks safari politik, lazimnya sebuah perjalanan membangun konsolidasi, menjaring dukungan publik, meningkatkan popularitas dan elektabilitas.
