Pasar HP Bekas Diprediksi Melonjak pada 2026, Ini Penyebabnya

Selasa 23 Jun 2026, 20:09 WIB
Ilustrasi HP Bekas. (Sumber: freepik)
Ilustrasi HP Bekas. (Sumber: freepik)

POSKOTA.CO.ID - Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tantangan besar sepanjang 2026. Krisis chip memori yang melanda dunia diproyeksikan memicu penurunan permintaan smartphone baru hingga hampir 15 persen.

Namun di tengah lesunya pasar, segmen smartphone bekas atau second-hand justru diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan.

Lembaga riset FDM CCS Insight memperkirakan pasar smartphone global akan mengalami kontraksi sebesar 14,8 persen pada tahun ini.

Penurunan paling tajam diperkirakan terjadi pada awal kuartal dengan penurunan sekitar 4,4 persen, meskipun produsen sebelumnya telah melakukan penumpukan stok.

Baca Juga: Cara Cek Jadwal Pemadaman Listrik PLN Secara Real Time, Bisa Lewat Aplikasi hingga WhatsApp

Harga Smartphone Baru Melonjak Akibat Krisis Memori

Ilustrasi Smartphone. (Sumber: Xiaomi)

Kenaikan harga komponen menjadi faktor utama yang menekan pasar smartphone. Sejumlah produsen, termasuk Apple, diperkirakan akan menyesuaikan harga jual perangkat demi menutupi lonjakan biaya produksi.

Menurut laporan FDM CCS Insight yang dikutip TechRadar pada Selasa, 23 Juni 2026. Harga smartphone kelas entry-level bahkan telah meningkat hingga 50 persen.

Analis riset FDM CCS Insight, Ben Hatton, menjelaskan bahwa banyak konsumen diperkirakan akan mempertahankan perangkat lama mereka lebih lama, terutama pengguna yang biasanya membeli smartphone dengan harga di bawah US$500 atau sekitar Rp8,9 juta.

"Pengguna akan terus memakai ponsel lama mereka, dan dampak kenaikan harga ini akan paling terasa bagi konsumen di segmen harga terjangkau," ujar Hatton.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Hp Kamera Terbaik 2026, Harga Cuma Rp2 Jutaan

Smartphone Bekas Jadi Alternatif Favorit Konsumen

Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan smartphone bekas. Konsumen yang membutuhkan perangkat baru tetapi memiliki keterbatasan anggaran diprediksi akan beralih ke pasar sekunder.


Berita Terkait


News Update