POSKOTA.CO.ID - Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis melalui laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.668.000 per gram.
Angka tersebut tercatat turun Rp5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Minggu, 21 Juni 2026, yang masih berada di posisi Rp2.673.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam tidak mengalami perubahan.
Pada perdagangan hari ini, harga buyback masih bertahan di level Rp2.401.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback masih cukup lebar, sehingga investor perlu mempertimbangkan strategi investasi yang tepat sebelum melakukan transaksi.
Lantas, apakah hari ini waktu terbaik untuk membeli emas? Mari simak informasi selengkapnya.
Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran yang berlaku pada Senin, 22 Juni 2026.
- Emas Antam 0,5 gram: Rp1.384.000
- Emas Antam 1 gram: Rp2.668.000
- Emas Antam 2 gram: Rp5.276.000
- Emas Antam 3 gram: Rp7.889.000
- Emas Antam 5 gram: Rp13.115.000
- Emas Antam 10 gram: Rp26.175.000
- Emas Antam 25 gram: Rp65.312.000
- Emas Antam 50 gram: Rp130.545.000
- Emas Antam 100 gram: Rp261.012.000
- Emas Antam 250 gram: Rp652.265.000
- Emas Antam 500 gram: Rp1.304.320.000
- Emas Antam 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.608.600.000
- Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 13 Mei 2026, Ukuran 24 Karat Dijual Rp2,550 Juta per Gram
Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Beli Emas?
Dalam investasi emas, penurunan harga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi secara bertahap.
Strategi membeli secara berkala atau dollar cost averaging kerap direkomendasikan untuk mengurangi risiko akibat fluktuasi harga jangka pendek.
Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu khawatir mencari titik harga terendah karena pembelian dilakukan secara bertahap dalam periode tertentu.
Selain itu, emas umumnya lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.
Jadi, fokus utama investor sebaiknya bukan hanya pada pergerakan harga harian, melainkan pada potensi pertumbuhan nilai aset dalam beberapa tahun ke depan.
