“Saya percaya masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda seperti kalian. Kesempatan yang dimiliki bangsa ini sangat besar, tetapi hanya bisa diwujudkan jika diisi oleh pemimpin yang mau belajar, bekerja keras, dan tetap menjaga integritas. Ke mana pun nanti kalian ditugaskan, ingatlah bahwa tugas utama seorang ASN adalah melayani masyarakat,” pesan AHY kepada para praja.
ASN Harus Berintegritas dan Berorientasi pada Pelayanan Publik
Menanggapi pesan tersebut, Sigit Raditya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan yang dirancang pemerintah, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang menjalankan kebijakan tersebut di lapangan.
Menurutnya, ASN masa depan harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, serta komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berpihak kepada masyarakat.
“Jika berbicara tentang keberhasilan pembangunan, hal ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang menjalankannya. Karena itu, ASN masa depan harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional serta berpihak kepada masyarakat,” ujar Sigit Raditya.
Ia menambahkan, para praja IPDN memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin yang akan menjadi ujung tombak pelayanan publik di berbagai daerah, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Karena itu, semangat pengabdian, profesionalisme, serta kemampuan memahami kebutuhan masyarakat harus terus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Kegiatan kuliah umum di IPDN tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan lembaga pendidikan kedinasan dalam menyiapkan generasi ASN yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Melalui penguatan kualitas SDM aparatur, pemerintah berharap dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, responsif, dan berkualitas guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
