Dalam upaya menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan, Kementerian Haji dan Umrah mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi.
Skema tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian kerja sama jangka panjang sekaligus mendorong mitra penyedia layanan melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.
Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kualitas layanan konsumsi, transportasi, dan akomodasi dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Kemenhaj Buka Wacana War Tiket Haji, Ini Dampak dan Skemanya
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan haji, khususnya pada sektor konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang dilakukan lebih awal.
“Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj.
Presiden juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi agar pengalaman ibadah jemaah Indonesia semakin nyaman dan berkualitas.
Kampung Haji jadi Fokus Pengembangan Jangka Panjang
Selain peningkatan layanan, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu strategi jangka panjang pemerintah.
Konsep tersebut dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi layanan sekaligus membantu menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.
Menurut Menhaj, pembahasan mengenai Kampung Haji akan terus dilakukan bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi biaya haji, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, kenaikan harga avtur, dinamika ekonomi global, hingga penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi.
Percepatan masa tunggu keberangkatan haji juga menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Data Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang mulai mengalami penurunan secara signifikan. Meski demikian, Presiden meminta pemerintah terus menghadirkan berbagai terobosan agar waktu tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh.
