Keunggulan tersebut diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap daya tahan smartwatch, terutama ketika dipadukan dengan baterai berkapasitas besar yang disebut akan hadir pada Galaxy Watch Ultra 2.
Tidak hanya soal efisiensi daya, Qualcomm juga menjanjikan peningkatan performa yang cukup drastis. Perusahaan tersebut mengklaim performa CPU meningkat hingga lima kali lebih cepat, sementara kemampuan GPU mencapai tujuh kali lebih tinggi dibanding platform wearable sebelumnya.
Peningkatan ini memungkinkan berbagai aplikasi berjalan lebih lancar, termasuk fitur kebugaran, pelacakan aktivitas, hingga tampilan antarmuka yang lebih responsif.
Kemampuan AI Jadi Nilai Tambah
Tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga diperkirakan akan menjadi bagian penting dari Galaxy Watch Ultra 2.
Snapdragon Wear Elite telah dibekali Neural Processing Unit (NPU) yang memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat. Dengan pendekatan ini, sejumlah fitur cerdas dapat berjalan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet atau layanan cloud.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi Samsung yang semakin aktif mengembangkan ekosistem Galaxy AI pada berbagai perangkatnya.
Beberapa laporan juga menyebut Samsung tengah menyiapkan fitur kesehatan dan kebugaran generasi baru yang akan terintegrasi dengan Galaxy AI dan Samsung Health. Meski demikian, perusahaan belum mengungkap detail resmi mengenai kemampuan baru yang akan hadir pada smartwatch tersebut.
Perubahan Strategi dari Samsung?
Rumor penggunaan Snapdragon Wear Elite juga menarik perhatian karena Samsung selama beberapa tahun terakhir lebih sering menggunakan chipset Exynos untuk lini Galaxy Watch.
Jika bocoran ini benar, maka penggunaan prosesor Qualcomm dapat menjadi sinyal adanya perubahan strategi dalam pengembangan perangkat wearable premium Samsung.
Penggunaan chipset pihak ketiga bukanlah hal baru di industri teknologi. Namun, keputusan tersebut biasanya diambil ketika sebuah perusahaan melihat peluang untuk menghadirkan kombinasi performa, efisiensi, dan fitur yang lebih kompetitif.
Bagi pengguna, perubahan ini berpotensi menghadirkan pengalaman yang lebih optimal, terutama dalam hal kecepatan, konsumsi daya, dan kemampuan AI yang semakin berkembang.
Potensi Daya Tahan Lebih dari Tiga Hari
Kombinasi baterai berkapasitas besar dan chipset yang lebih hemat daya memunculkan spekulasi menarik mengenai masa pakai Galaxy Watch Ultra 2.
