Presenter dan pengusaha itu menilai laporan penggunaan dana menjadi hal yang wajar untuk diminta.
Ia beralasan, suatu saat nanti anak-anak mungkin akan mempertanyakan bagaimana kebutuhan mereka selama ini dipenuhi dan dikelola.
Karena itu, Ruben ingin memiliki bukti serta catatan yang lengkap mengenai biaya yang telah dikeluarkan demi kepentingan anak-anaknya.
Baginya, transparansi menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.
Pertanyaan Soal Dana Kerap Berujung Pertengkaran
Namun, keinginan Ruben untuk mendapatkan rincian penggunaan dana ternyata tidak berjalan mulus.
Ia mengaku setiap kali mencoba membahas persoalan tersebut, situasi justru berkembang menjadi perdebatan.
Ruben bahkan merasa kerap dicap sebagai sosok yang emosional ketika konflik terjadi.
Padahal, menurut pengakuannya, dirinya hanya berupaya memperoleh penjelasan terkait pengelolaan nafkah yang telah diberikan.
"Ketika saya bertanya, akhirnya malah jadi pertengkaran dan saya yang dianggap marah," ujarnya.
Fokus Utama Tetap untuk Kebutuhan Anak
Meski sempat terjadi ketegangan dengan Sarwendah, Ruben menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap tertuju pada kesejahteraan dan masa depan anak-anak.
Ia memastikan bahwa seluruh upayanya, termasuk meminta transparansi penggunaan dana nafkah, dilakukan demi memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.
