Pemkab Bekasi Bidik Prestasi Olahraga lewat Popda 2026

Minggu 24 Mei 2026, 12:50 WIB
Cabor squash diperlombakan dalam Popda Kabupaten Bekasi 2026. (Sumber: Dok. Diskominfosantik Bekasi)

Cabor squash diperlombakan dalam Popda Kabupaten Bekasi 2026. (Sumber: Dok. Diskominfosantik Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Bekasi 2026 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga (cabor).

Ajang antarkecamatan di Kabupaten Bekasi itu diposisikan sebagai sistem pembinaan berjenjang untuk menyiapkan atlet menghadapi Popwilda Jawa Barat sekaligus menjaga tradisi prestasi olahraga daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menegaskan, Popda merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga pelajar yang berkelanjutan daerah.

“Popda bukan sekadar pertandingan, tetapi menjadi ruang pembinaan atlet usia dini yang sangat strategis. Dari sinilah kita mempersiapkan generasi atlet asli daerah untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Popwilda,” kata Iman di gedung Squas Wibawamukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca Juga: Tinjau Pemilihan BPD, Plt Bupati Bekasi Minta Warga Jaga Silaturahmi dan Persaudaraan

Seluruh kecamatan ambil bagian dalam berbagai cabor yang dipertandingkan, mulai atletik, bola basket, renang, voli indoor, bulutangkis, pencak silat, sepakbola, judo, karate, sepak takraw, squash, kempo hingga panahan. Menurutnya, peserta pada Popda 2026 bertambah signifikan daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah semua cabang olahraga terisi peserta. Ini menunjukkan kesadaran dan semangat pembinaan olahraga pelajar di tingkat kecamatan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, perhatian tertuju pada hadirnya cabang olahraga squash sebagai cabang baru yang mulai diperkenalkan kepada pelajar. Kehadiran squash dinilai langkah progresif membuka akses olahraga yang belum dikenal masyarakat luas.

Squash merupakan olahraga internasional yang telah dipertandingkan di berbagai ajang besar dunia. Namun, keterbatasan fasilitas membuat olahraga tersebut belum berkembang luas di daerah.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bekasi Targetkan 200 Bank Sampah pada 2026

“Sejak fasilitas squash bisa digunakan, kami langsung mencoba memperkenalkannya kepada pelajar. Kami ingin anak-anak Kabupaten Bekasi punya kesempatan mengenal lebih banyak cabang olahraga modern,” ucapnya.

Untuk mendukung pengenalan cabang baru tersebut, Disbudpora Kabupaten Bekasi melakukan sosialisasi dan pelatihan intensif selama satu bulan sebelum pertandingan berlangsung. Pelajar dari berbagai kecamatan diberikan coaching secara rutin agar mampu memahami dasar permainan squash.

“Alhamdulillah respons pelajar sangat luar biasa. Mereka antusias mengikuti latihan dan pertandingan. Ini menjadi awal yang baik untuk pembinaan atlet squash di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

ke depan, kata dia, cabor squash dapat berkembang lebih luas hingga masuk ke kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai bagian dari penguatan budaya olahraga pelajar.

Selain squash, sejumlah pertandingan juga telah lebih dulu digelar sebelum pembukaan resmi Popda, seperti basket, panahan, dan beberapa cabang lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan venue pertandingan yang dipakai bersama antar cabang olahraga.

Ajang Pencari Bakat

Di tengah tingginya antusiasme peserta, Pemkab Bekasi juga menjadikan Popda sebagai ajang talent scouting untuk mempersiapkan atlet menuju Popwilda Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

Baca Juga: BBWS Cilicis Segera Turunkan Alat Berat Atasi Pendangkalan Muara Ciherang Bekasi

Kabupaten Bekasi sendiri sebelumnya sukses menorehkan prestasi sebagai juara pada ajang Popwilda. Prestasi tersebut diharapkan dapat kembali dipertahankan melalui proses pembinaan atlet yang lebih matang sejak tingkat pelajar.

“Kami optimistis dari Popda ini akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kabupaten Bekasi tetap berprestasi di tingkat Jawa Barat. Pembinaan harus dimulai sejak usia pelajar agar regenerasi atlet berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update