JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai dirasakan masyarakat hingga ke kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kenaikan harga barang impor dan bahan baku membuat sejumlah perabotan rumah tangga mengalami lonjakan harga di pasar tradisional.
Pantauan di Pasar Jatinegara pada Jumat, 22 Mei 2026, sejumlah pengunjung tampak membandingkan harga perabot dari satu kios ke kios lainnya. Beberapa di antaranya hanya melihat-lihat barang tanpa jadi membeli karena harga dinilai semakin mahal.
Kenaikan harga disebut terjadi pada berbagai kebutuhan dapur seperti panci, piring, ember, hingga perlengkapan berbahan stainless steel.
Abidah, 44 tahun, salah satu warga yang datang mencari kebutuhan dapur mengaku terkejut dengan kenaikan harga perabotan rumah tangga dibanding beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Imbas Rupiah Melemah, Pedagang Perabot di Pasar Jatinegara Keluhkan Omzet Turun 50 Persen
“Yah berasa banget kenaikan harganya. Enggak tahu juga ya kalau gara-gara rupiah melemah,” ujar Abidah saat ditemui Poskota di Pasar Jatinegara, Jumat.
Menurutnya, kenaikan paling terasa terjadi pada alat dapur seperti panci dan piring yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya beli panci ukuran sedang paling Rp50 ribuan, sekarang sudah naik jadi Rp80 ribu. Jadi bingung,” katanya.
Tak hanya panci, harga piring juga ikut mengalami kenaikan sehingga membuatnya berpikir ulang sebelum membeli dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Level Terburuk, Pengusaha Khawatir Gelombang PHK Terjadi
“Kadang mau beli lima atau enam piring saja sekarang harganya sudah lumayan, jadi enggak jadi beli,” ucapnya.
Meski harga mulai naik, Abidah tetap memilih berbelanja langsung di pasar dibanding membeli secara online. Menurutnya, berbelanja di pasar membuatnya lebih leluasa melihat kualitas barang sekaligus menawar harga.
“Kalau beli online kadang enggak sesuai gambar. Makanya lebih pilih ke pasar karena bisa lihat barang langsung dan bisa nawar,” ujarnya.
Abidah mengaku tidak terlalu mengurangi pembelian perabot rumah tangga karena barang tersebut tidak dibeli setiap hari. Namun, ia tetap merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan secara umum.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tetap Solid, Rupiah Lebih Kuat dari Negara Tetangga
“Dampaknya berasa banget, apa-apa sekarang mahal,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Yani, 32 tahun, yang datang mencari perlengkapan dapur untuk rumahnya. Ia menilai harga perabot rumah tangga kini semakin memberatkan konsumen.
Menurut Yani, kenaikan harga paling terasa terjadi pada barang berbahan stainless steel serta perlengkapan dapur berukuran besar seperti panci dan wajan.
“Sekarang mahal semua. Yang paling berasa itu panci sama alat dapur stainless. Dulu masih bisa beli langsung, sekarang harus mikir dulu,” ujar Yani.
Akibat kondisi tersebut, Yani mengaku mulai lebih selektif saat berbelanja dan hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan.
“Kalau sekarang jadi ngurangin belanja juga. Biasanya lihat ada yang bagus langsung beli, sekarang dipilih yang penting aja,” katanya.
Ia juga menyoroti meningkatnya beban pengeluaran rumah tangga karena kenaikan harga tidak hanya terjadi pada perabot, tetapi juga bahan kebutuhan pokok.
“Berat sih dampaknya. Bukan cuma perabot, bahan makanan juga naik. Jadi pengeluaran rumah tangga makin banyak,” ungkap Yani. (cr-4)
