Peperangan di banyak tempat, di Eropa dan Timur Tengah, meski jauh dari wilayah kita, tetapi dampak dan imbasnya sudah kita rasakan bersama. Telah memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan kita, di antaranya imbas naiknya harga minyak dunia dan bahan baku impor.
Kita tentu tak ingin, situasi semacam ini terus berkelanjutan akan memperlebar jurang kesenjangan sosial, jika tidak segera diantisipasi sejak awal.
Pemerintah wajib hadir melindungi warganya, tetapi kita semua memiliki kewajiban nurani untuk saling berbagi, tolong menolong, serta bergotong royong mengatasi masalah secara bersama-sama .
Solidaritas sosial perlu kita perkuat, bukan hanya menjadi pedoman hidup kita sebagaimana nilai-nilai luhur falsafah bangsa kita, Pancasila, juga sejarah telah membuktikan kebersamaan dan kesetiakawanan menjadi modal sosial memerdekakan negeri ini hingga saat ini.
Solidaritas sosial, jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari , tidak saja menjadi benteng tangguh menghadang kian melebarnya kesenjangan yang dapat menjadi embrio lemahnya persatuan dan kesatuan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Mari Berbenah Diri
Merupakan fakta objektif di tengah masyarakat kita masih ada kesenjangan ekonomi, kesenjangan kesejahteraan, pendidikan dan fasilitas infrastruktur. Indonesia mewarisi masalah kesenjangan dan jurang yang dalam di antara masyarakat kaya dan miskin, makmur dan kekurangan, pendidikan tinggi dan rendah, pusat, dan daerah.
Dan, kesenjangan itulah yang harus dijembatani, bukan dieksploitasi dijadikan bahan kampanye politik, untuk keuntungan sesaat. Karena ancamannya, tadi, persatuan Indonesia.
Itulah perlunya kian memperkuat solidaritas sosial, di tengah beragam tekanan yang kita hadapi saat ini. Kebersamaan adalah kunci membangun solidaritas sosial, sementara kegotongroyongan menjadi aksi nyata dalam mewujudkan solidaritas.
Melalui semangat kegotong-royongan akan menumbuhkan sikap saling tolong menolong, bahu-membahu, rela berkorban, memperkuat solidaritas sosial serta kian memperkokoh persatuan dan kesatuan, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
Baca Juga: Kopi Pagi: Mari Berbenah Diri
Membangkitkan semangat kegotongroyongan untuk menggerakkan ekonomi lokal sebagai bagian dari perekonomian nasional. Menggerakkan gotong royong untuk mengangkat harkat dan martabat saudara-saudara kita yang masih terpinggirkan. Mari kita rapatkan barisan memperkuat solidaritas sosial guna membangun negeri. (Azisoko)
