Industri Dinilai Potensial, Budayawan Apresiasi Langkah Pemprov DKI yang Ingin Jakarta jadi Kota Sinema

Selasa 19 Mei 2026, 22:08 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno bersama delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertemu Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, di Hôtel de Ville de Cannes, pada Kamis, 14 Mei 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno bersama delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertemu Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, di Hôtel de Ville de Cannes, pada Kamis, 14 Mei 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong ibu kota menjadi Kota Sinema dinilai merupakan kebijakan yang tepat dan layak diapresiasi.

Menurut Budayawan Yahya Andi Saputra, Jakarta memang memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri perfilman nasional.

“Bagus, keren, dan pada tempatnya kalau diacungin jempol 13. Jempol 13 itu super,” ujar Yahya saat dimintai tanggapan terkait upaya Pemprov DKI yang ingin menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema, Selasa, 18 Mei 2026.

Yahya mengatakan bahwa, potensi industri film di Jakarta sebetulnya sudah terbukti sejak lama.

Baca Juga: Rano Karno Sebut Transportasi Gratis Hari Besar Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp48 Triliun

Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) di industri perfilman Indonesia memiliki kualitas yang tidak diragukan, mulai dari penulis skenario hingga sutradara.

Karena itu, dalam hal ini, Yahya menyampaikan, pemerintah harus hadir di tengah industri ini.

"Industri ini dari dulu sangat potensial. Modal dasarnya besar. Semua hebat, mulai dari tukang bikin skenario sampai sutradara benar-benar hebat. Buktinya banyak. Sejarah sudah membuktikannya. Jakarta lumbung industri ini,” katanya.

Yahya juga mengingatkan agar kerja sama yang dibangun Pemprov DKI dengan sejumlah negara dalam pengembangan industri perfilman tidak hanya menjadi seremoni semata.

Baca Juga: Pasar Cipulir Kerap Terendam, Rano Karno Pastikan Perbaikan Turap dan Pembangunan Rumah Pompa

Menurut dia, potensi besar yang dimiliki Jakarta harus benar-benar dibuka dan dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau enggak membuka potensi itu, ngapain bikin kerja sama. Mubazir,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah tidak terlalu membatasi kreativitas para pelaku industri film.

Menurutnya, peran pemerintah seharusnya lebih kepada memberikan perlindungan, dukungan, dan arahan agar insan perfilman bisa berkembang secara mandiri.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Sayembara Tema Imlek, Rano Karno: Nanti Kami Tampilkan di Bunderan HI

“Pemerintah mengayomi dan arahkan, pelakunya bebas berkreasi sampai mandiri,” ucap Yahya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong Jakarta menjadi Kota Sinema melalui berbagai kerja sama dengan sejumlah negara dan lembaga internasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem perfilman, membuka peluang investasi, memperluas distribusi karya sineas lokal, hingga meningkatkan posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif dan perfilman di kawasan Asia Tenggara.


Berita Terkait


News Update