“Kalau enggak membuka potensi itu, ngapain bikin kerja sama. Mubazir,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak terlalu membatasi kreativitas para pelaku industri film.
Menurutnya, peran pemerintah seharusnya lebih kepada memberikan perlindungan, dukungan, dan arahan agar insan perfilman bisa berkembang secara mandiri.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Sayembara Tema Imlek, Rano Karno: Nanti Kami Tampilkan di Bunderan HI
“Pemerintah mengayomi dan arahkan, pelakunya bebas berkreasi sampai mandiri,” ucap Yahya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong Jakarta menjadi Kota Sinema melalui berbagai kerja sama dengan sejumlah negara dan lembaga internasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem perfilman, membuka peluang investasi, memperluas distribusi karya sineas lokal, hingga meningkatkan posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif dan perfilman di kawasan Asia Tenggara.
