POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Mei 2026. Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.500 per dolar AS, mendekati level terlemah sepanjang sejarah perdagangan mata uang Indonesia.
Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena pelemahan rupiah terjadi dalam waktu relatif singkat. Pada awal Januari 2026, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS.
Kini, dalam beberapa bulan terakhir, rupiah tercatat melemah lebih dari 5 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Tekanan terhadap rupiah muncul di tengah kombinasi faktor global dan domestik. Mulai dari tingginya suku bunga AS, ketegangan geopolitik internasional, hingga derasnya arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia (BI) pun mulai meningkatkan langkah stabilisasi di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus meredam volatilitas yang dinilai semakin tinggi.
Baca Juga: Jadwal One Way Puncak Bogor Hari Ini 15 Mei 2026, Jalur Atas Dibuka Jam Berapa?
Gubernur Perry Warjiyo menegaskan BI akan terus menjaga stabilitas rupiah agar pelemahan tidak berlangsung terlalu dalam.
“Langkah stabilisasi dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan nilai tukar tetap terkendali,” ujar Perry dalam keterangannya.
Apa Itu Kurs Dolar dan Mengapa Rupiah Bisa Melemah?
Kurs dolar merupakan nilai tukar mata uang dolar AS terhadap mata uang lain, termasuk rupiah. Secara sederhana, kurs menunjukkan jumlah rupiah yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu dolar AS.
Di Indonesia, masyarakat mengenal beberapa jenis kurs, seperti kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah. Sementara itu, Bank Indonesia menggunakan acuan resmi bernama Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebagai referensi nilai tukar harian.
Berdasarkan data terbaru BI pada 12 Mei 2026, kurs JISDOR berada di level Rp17.514 per dolar AS. Di pasar spot internasional, USD/IDR bergerak di rentang Rp17.347 hingga Rp17.503 per dolar AS.
