Heboh Aquviva Disebut Mirip Air Keran, Ini Fakta Sumber Airnya

Rabu 13 Mei 2026, 18:48 WIB
Ilustrasi. Heboh aquviva disebut mirip air keran. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Ilustrasi. Heboh aquviva disebut mirip air keran. (Sumber: Wilkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Kehadiran Aquviva, merek air minum dalam kemasan (AMDK) milik Wings Group, sempat mengguncang pasar sejak resmi meluncur pada Februari 2025. Strategi harga murah untuk kemasan besar ditambah promosi masif membuat produk ini cepat menarik perhatian masyarakat dan memicu gelombang pembelian awal.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai terlalu dini jika Aquviva disebut berhasil menggoyang dominasi merek-merek lama di industri AMDK nasional. Menurut mereka, lonjakan penjualan awal belum cukup menjadi indikator keberhasilan jangka panjang.

Praktisi komunikasi pemasaran sekaligus peneliti dari LSPR Institute, Safaruddin Husada, mengatakan pencapaian Aquviva saat ini baru sebatas membangun kesadaran merek dan mendorong konsumen mencoba produk.

“Masih terlalu dini untuk menyebut sukses dalam konteks pangsa pasar. Saat ini Aquviva baru berhasil menciptakan awareness awal dan trial karena dukungan promosi yang besar,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga: Long Weekend Mei 2026 Jadi Momentum Libur Panjang, Ini Jadwal Lengkap Tanggal 14-17 Mei

Kesuksesan AMDK Tidak Cukup dari Promo Besar

Ilustrasi. Merek air minum. (Sumber: freepik)

Safaruddin menegaskan, keberhasilan sebuah produk FMCG tidak hanya diukur dari tingginya penjualan awal.

Sebuah merek dinilai benar-benar kuat apabila mampu menciptakan pembelian ulang, distribusi merata, dan pangsa pasar yang stabil dalam jangka panjang.

Pandangan serupa juga disampaikan pengamat bisnis dari Inventure, Yuswohady. Ia menilai usia satu tahun belum cukup untuk membuktikan ketahanan sebuah merek di tengah ketatnya persaingan industri air minum kemasan.

“Kalau dibilang sukses dalam waktu setahun, menurut saya belum. Membangun merek memang mudah, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit,” kata Yuswohady.

Baca Juga: Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan tanpa Fotokopi KTP

Geger Sumber Air Olahan PDAM, Bukan Mata Air Pegunungan

Di tengah agresifnya ekspansi pasar, Aquviva justru menghadapi sorotan terkait kualitas dan sumber air bakunya.

Polemik muncul setelah kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke pabrik PT Tirta Alam Segar di Cikarang pada April 2026.

Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa pasokan air baku Aquviva berasal dari pengelola kawasan industri MM2100 yang terhubung dengan Perumda Tirta Bhagasasi, perusahaan daerah air minum milik Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Fakta itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak konsumen mengaku kecewa karena sebelumnya mengira Aquviva menggunakan sumber mata air pegunungan seperti mayoritas produk AMDK premium di Indonesia.

Baca Juga: Saling Lapor! Kasus Pemukulan Bro Ron PSI Berujung Tudingan Rasisme

Masih Mau Minum? Alasan Mengapa Rasa Aquviva Disebut Mirip Air Keran

Keluhan terkait rasa Aquviva pun ramai bermunculan di platform X. Sejumlah pengguna menyebut air tersebut memiliki rasa dan aroma yang mirip air keran hingga meninggalkan sensasi tanah di lidah.

Akun @PutraSanja41702 misalnya menulis bahwa Aquviva terasa seperti memiliki “rasa tanah”. Sementara akun @wilipradewa mengaku rasa air tersebut menyerupai air keran biasa.

Komentar lain juga muncul setelah publik mengetahui sumber airnya berasal dari pengolahan PDAM. Sebagian konsumen bahkan mengaku kapok membeli ulang karena merasa tenggorokan menjadi kurang nyaman setelah mengonsumsinya.

Di Indonesia, persepsi masyarakat terhadap AMDK masih sangat erat dengan citra kemurnian mata air pegunungan. Karena itu, penggunaan air olahan non-pegunungan dianggap sebagian konsumen sebagai kompromi terhadap kualitas.

Tantangan Berat Aquviva di Pasar AMDK

Strategi harga murah memang berhasil membuat Aquviva cepat dikenal luas. Namun di industri AMDK yang sangat kompetitif, loyalitas konsumen tidak hanya bergantung pada harga, melainkan juga kualitas rasa, keamanan, dan kepercayaan terhadap sumber air.

Tanpa diferensiasi kualitas yang kuat dan citra produk yang meyakinkan, Aquviva diprediksi akan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan konsumen dalam jangka panjang.


Berita Terkait


News Update