Tak hanya infrastruktur jalan, Pemkab Bandung Barat juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan layanan kesehatan.
Di antaranya pembangunan lanjutan Puskesmas Ciwaruga senilai Rp1,6 miliar dan pengadaan Gedung Cathlab Single Plane di RSUD Bandung Barat sebesar Rp2,2 miliar.
Jeje menilai peningkatan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik di Bandung Barat.
"Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih cepat, termasuk layanan penanganan medis yang membutuhkan fasilitas modern," ungkapnya.
Sementara di sektor pendidikan, lanjut Jeje, rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP mendapat alokasi anggaran mencapai Rp20 miliar.
Langkah itu dilakukan untuk memperbaiki sarana belajar yang masih membutuhkan penanganan di sejumlah wilayah.
"Adapun sektor keamanan dan transportasi turut menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pembangunan lanjutan Gedung Damkar Gununghalu serta pemasangan ratusan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di puluhan desa," tuturnya.
Menurut Jeje, program PJU menjadi kebutuhan mendesak masyarakat karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan dan aktivitas warga pada malam hari.
"PJU ini bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat," tegasnya.
Pelaksanaan proyek strategis tersebut nantinya akan dikawal sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Perhubungan.
Dengan penetapan proyek sejak September 2025, Pemkab Bandung Barat berharap seluruh proses perencanaan dan persiapan teknis dapat dilakukan lebih awal agar pembangunan tahun 2026 berjalan tepat waktu dan berdampak nyata bagi masyarakat.
