POSKOTA.CO.ID - Mobil hybrid semakin banyak digunakan masyarakat karena dinilai lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan nyaman dipakai untuk mobilitas harian. Namun, penggunaan kendaraan berteknologi elektrifikasi tetap membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam situasi tertentu seperti melewati banjir hingga perlintasan kereta api.
Pengemudi mobil hybrid Toyota tetap disarankan menerapkan defensive driving demi menjaga keselamatan selama berkendara.
Pasalnya, kondisi di jalan sering kali sulit diprediksi, mulai dari kemacetan, jalan rusak, genangan air, hingga rel kereta api yang membutuhkan konsentrasi penuh.
Sistem Kelistrikan Hybrid Dirancang Aman
Toyota mengklaim sistem elektrifikasi pada mobil hybrid sudah dibekali perlindungan berlapis. Komponen penting seperti baterai tegangan tinggi, inverter, motor listrik, dan kabel utama dibuat menggunakan material khusus dengan sistem pengaman tambahan.
Selain itu, kabel kelistrikan juga telah dilengkapi insulator untuk mencegah kebocoran arus listrik. Dengan perlindungan tersebut, sistem hybrid diklaim tetap aman digunakan dalam aktivitas harian. Meski demikian, pengemudi tetap diminta tidak lengah saat berkendara.
Baca Juga: Toyota Veloz HEV Pimpin Pasar, Ini Daftar Mobil Hybrid Terlaris Maret 2026
Hindari Memaksa Mobil Hybrid Menerjang Banjir
Salah satu hal yang wajib diperhatikan pengguna mobil hybrid adalah saat melintasi genangan air atau banjir.
Komponen elektrifikasi kendaraan memang dirancang tahan air atau water resistant, tetapi bukan berarti kedap air sepenuhnya. Jika kendaraan dipaksa menerjang banjir dengan ketinggian tertentu, air tetap berpotensi masuk ke sistem kelistrikan dan memicu korsleting.
Karena itu, pengemudi disarankan menghindari genangan tinggi untuk mencegah kerusakan pada komponen elektrifikasi kendaraan.
Pemilik mobil hybrid juga diimbau tidak melakukan modifikasi pada sistem kelistrikan kendaraan, baik tegangan rendah maupun tegangan tinggi.
Selain berpotensi merusak komponen lain, modifikasi kelistrikan juga dapat menggugurkan garansi kendaraan. Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya sengatan listrik apabila perubahan dilakukan tidak sesuai standar.
