POSKOTA.CO.ID - Segmen kendaraan hybrid menunjukkan performa positif pada Maret 2026. Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler, penjualan mobil hybrid mencapai 6.947 unit.
Capaian ini meningkat 19,8 persen dibandingkan Februari yang berada di angka 5.798 unit.
Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa kendaraan hybrid semakin mendapat perhatian di tengah perubahan tren pasar otomotif nasional.
PHEV Justru Mengalami Penurunan Tajam
Berbanding terbalik dengan hybrid, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) justru mengalami koreksi cukup dalam.
Pada Februari 2026, wholesales PHEV tercatat sebanyak 663 unit. Namun, angka tersebut turun signifikan menjadi hanya 345 unit di bulan berikutnya.
Penurunan ini menunjukkan bahwa minat terhadap PHEV belum sekuat hybrid konvensional di pasar saat ini.
Baca Juga: Penjualan Mobil Maret 2026 Anjlok 14,8 Persen, Ini Daftar Merek Terlarisnya!
Mobil Listrik Masih Dominan, Tapi Berpotensi Melandai
Jika melihat keseluruhan lini elektrifikasi, mobil listrik berbasis baterai masih mencatatkan angka tertinggi dengan wholesales mencapai 10.572 unit.
Meski demikian, absennya insentif dari pemerintah disebut-sebut bisa memengaruhi laju pertumbuhan kendaraan listrik ke depan.
Kondisi ini membuka peluang bagi mobil hybrid untuk semakin diminati, terutama oleh konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa sepenuhnya bergantung pada listrik.
Harga Kompetitif Jadi Kunci Daya Tarik Hybrid
Salah satu faktor yang membuat hybrid semakin diminati adalah harga yang relatif kompetitif.
