POSKOTA.CO.ID - Nama Haerul Saleh tengah menjadi perhatian publik usai dikabarkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di kawasan Jalan TB Simatupang Nomor 3, RT 3/RW 2, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Berdasarkan laporan warga, api mulai dilaporkan sekitar pukul 07.53 WIB.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 08.15 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh sisa cairan tiner bekas renovasi rumah yang mudah terbakar.
Insiden tersebut menewaskan Haerul Saleh yang diketahui merupakan pejabat aktif di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Apa Itu Tabung Gas CNG? Jadi Sorotan usai Disebut Sebagai Pengganti LPG
Profil Haerul Saleh
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia mencatat Haerul Saleh memiliki perjalanan pendidikan dan karier yang panjang di dunia politik serta organisasi.
Pria kelahiran Kolaka, Sulawesi Tenggara, 12 Agustus 1981 itu menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 9 Kabupaten Kolaka pada 1993. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sebagai santri di Pesantren IMMIM Ujung Pandang pada 1996.
Haerul kemudian mengenyam pendidikan di SMA Hasrati Kendari pada tahun 2000. Ia melanjutkan kuliah di bidang hukum hingga meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Satria Makassar pada 2008.
Pendidikan magisternya ditempuh di Universitas Moestopo dengan jurusan Manajemen.
Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Kini Digaji Rp2 Juta per Bulan, Bagaimana Mekanisme Kenaikannya?
Karier Politik dan Jabatan Strategis
Karier politik Haerul Saleh dimulai saat dirinya masuk ke Badan Musyawarah DPR RI pada 2014. Pada periode 2014–2019, ia dipercaya menjadi Anggota Komisi XI DPR RI.
Selain itu, Haerul juga sempat bertugas di Badan Legislasi DPR RI pada 2016 hingga 2018.
Pada periode 2019–2022, ia kembali menjabat sebagai Anggota Komisi XI DPR RI sebelum akhirnya dipercaya menjadi Anggota IV BPK RI sejak April 2022.
Kariernya di organisasi kepemudaan dan bisnis juga cukup aktif. Haerul pernah menjadi Bendahara KNPI Kabupaten Kolaka pada 2000, lalu menjabat Wakil Ketua KNPI Kabupaten Kolaka pada 2005.
Baca Juga: Wamendagri Sebut Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
Ia juga pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Kadin Sulawesi Tenggara pada 2008 serta Ketua Umum DPD PPM pada 2012.
Aktif di Berbagai Organisasi Nasional
Selain aktif di pemerintahan, Haerul Saleh dikenal aktif di berbagai organisasi nasional dan daerah. Ia pernah menjabat Ketua Bidang Hukum DPD GAPKESINDO Sulawesi Tenggara pada 2012.
Tak hanya itu, Haerul juga dipercaya menjadi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara periode 2015–2020 dan Anggota Dewan Pembina Kadin Sulawesi Tenggara dalam periode yang sama.
Namanya juga tercatat sebagai Dewan Penasihat Peradi Kolaka pada 2017. Di sektor pertanian dan kepemudaan, ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia pada 2016–2021 sebelum menjabat Wakil Ketua DPP Pemuda Tani Indonesia pada 2021–2026.
Haerul Saleh juga sempat menjadi Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah pada periode 2021–2023.
