Diduga Tak Terima Diminta Admin QRIS Rp1000, Anggota TNI Pukul Penjaga dan Rusak Warung

Selasa 05 Mei 2026, 20:16 WIB
Kondisi warung kelontong yang sempat dirusak oleh anggota TNI yang tidak terima diminta uang administrasi pembayaran QRIS, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 5 April 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

Kondisi warung kelontong yang sempat dirusak oleh anggota TNI yang tidak terima diminta uang administrasi pembayaran QRIS, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 5 April 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

Dari penjelasan Dedi, justru membuat pelaku emosi, dan sempat melontarkan kemarahan sambil mengaku sebagai anggota TNI.

Meski demikian, penjaga warung tetap bersikukuh menerapkan aturan biaya administrasi sesuai arahan pemilik. Pada saat kejadian warung dijaga oleh Dedi dan istrinya. 

Dalam video yang beredar, pelaku sempat memukul istri Dedi yang ada dibalik etalase. Tidak terima, Dedi sempat mendorong pelaku pelaku menjauh dari istrinya.

Namun pelaku memukul Dedi dan menghantam etalase dan lemari pendingin menggunakan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram.

Bambang membenarkan bahwa pelaku diduga merupakan anggota TNI. Ia mengaku telah didatangi pihak provos yang bersilaturahmi ke rumah korban.

Hanya saja, kata dia, saat ini korban dan pemilik warung belum dapat bertemu dengan pelaku karena masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

“Menurut informasi, iya (anggota TNI). Anggota datang ke rumah saya tuh cuma hanya pengen silaturahmi ke keluarga korban,” kata Bambang.

Saat ini warung yang dijaga korban masih dalam kondisi tertutup. Sejumlah pecahan kaca masih terlihat menumpuk, termasuk dari kulkas yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan minuman dingin.


Berita Terkait


News Update