Diduga Tak Terima Diminta Admin QRIS Rp1000, Anggota TNI Pukul Penjaga dan Rusak Warung

Selasa 05 Mei 2026, 20:16 WIB
Kondisi warung kelontong yang sempat dirusak oleh anggota TNI yang tidak terima diminta uang administrasi pembayaran QRIS, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 5 April 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

Kondisi warung kelontong yang sempat dirusak oleh anggota TNI yang tidak terima diminta uang administrasi pembayaran QRIS, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 5 April 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

KEMAYORAN, POSKOTA.CO.ID - Sebuah warung kelontong bernama Adi Jaya di Jalan Kodam Raya, Jakarta Pusat diduga dirusak oleh anggota Tentara Negara Indonesia (TNI) pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga anggota TNI yang belum diketahui identitasnya tersebut tidak terima ketika diminta biaya administrasi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), terlihat beberapa orang terlibat cekcok di depan sebuah warung hingga memicu keributan.

Warga sekitar berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin memanas, sementara sejumlah barang dagangan seperti galon dan kardus air mineral terlihat berhamburan di lokasi.

Baca Juga: 3 Tips Aman Menghindari Risiko Penipuan Saat Pembayaran Melalui Qris

Ketua RT 09/RW 07 Sumur Batu, Bambang, 51 tahun mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut karena sedang berada di luar kota. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari warga sekitar.

Namun demikian ia membenarkan kericuhan tersebut terjadi dipicu perihal pembayaran administrasi QRIS.

“Infonya seperti itu (karena biaya administrasi pembayaran QRIS). Kalau warga sini kalau beli rokok itu kena ada admin seribu, biasanya orang enggak permasalahkan," ujar Bambang saat ditemui Pos Kota di lokasi, Selasa, 5 Mei 2026.

Peristiwa bermula ketika pelaku yang mengenakan helm putih membeli sebungkus rokok dan hendak membayar menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Anggota TNI AL di Stasiun Depok Baru

Namun, penjaga warung bernama Dedi menyampaikan bahwa transaksi QRIS dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1.000 untuk menutup potongan dari sistem pembayaran.


Berita Terkait


News Update