POSKOTA.CO.ID - Isu mengenai penggantian tabung gas LPG menjadi tabung CNG saat ini sedang ramai jadi bahan perbincangan mayarakat.
Pemerintah dikabarkan tengah dalam proses mengembangkan tabung 3 kilogram berisi compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kg yang selama ini beredar di masyarakat.
Rencanakan pemanfaatan CNG untuk menggantikan LPG 3 kg ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Baznas dan Kemendukbangga Percepat Pengentasan Stunting di Pelosok Lebak
Bahlil mengungkapkan, skema untuk mengganti LPG menjadi CNG saat ini masih dirancang oleh pemerintah. Dengan adanya langkah ini diharapkan dapat menekan angka ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Terlebih, ia menjelaskan bahan baku CNG berasal dari dalam negeri sehingga biayanya lebih murah dibandingkan LPG yang impor dari luar.
"Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen,” kata Bahlil dalam keterangannya, seperti dikutip Selasa, 5 Mei 2026.
Di tengah beredarnya isu mengenai penggantian LPG ke CNG, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu sebenarnya gas CNG.
Baca Juga: Ribka Haluk Tegaskan Keselarasan Kebijakan Pusat-Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
Apa Itu Tabung Gas CNG?
Mengutip dari laman resmi PT Mosafa Prima Sinergi, Compressed Natural Gas (CNG) atau Gas Alam Terkompresi adalah gas alam yang dikompresi hingga tekanan tinggi, biasanya di atas 200 bar. Pengompresian ini dilakukan dengan tujuan memudahkan penyimpanan dan distribusi.
CNG umumnya terdiri dari metana (>95%) dan memiliki sifat pembakaran yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti bensin dan solar.
Oleh karena itu, gas ini belakangan mulai ramai dilirik di berbagai sektor industri dan transportasi karena dinilai sebagai alternatif yang lebih stabil dan juga ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya.
Baca Juga: Gugatan Rp100 M ke PT KAI Usai Kecelakaan Bekasi, Penumpang Soroti Respons Darurat
Kegunaan CNG
Dihimpun dari situs PNG LNG, CNG cukup umum digunakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, bahkan rumah tangga.
Pada sektor transportasi, CNG dijadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan motor, bus, dan truk. Hasilnya, emisi yang dihasilkan kendaraan tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional.
Sementara itu, pada sektor industri, CNG lebih banyak digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai proses manufaktur karena ramah lingkungan dan ekonomis.
Tak hanya itu, CNG juga digunakan di beberapa rumah tangga untuk keperluan memasak dan pemanasan air karena dinilai lebih ekonomis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menyebut CNG susah mulai diterapkan di sejumlah hotel, restoran, hingga beberapa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
