Kebakaran Apartemen Mediterania, Pihak Manajemen Sebut Sistem Deteksi Berfungsi

Kamis 30 Apr 2026, 16:40 WIB
Upaya penyelamatan petugas pemadam kebakaran terhadpa penghuni apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis, 30 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Upaya penyelamatan petugas pemadam kebakaran terhadpa penghuni apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis, 30 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Pihak managemen apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, buka suara terkait insiden kebakaran yang terjadi pada Kamis, 30 April 2026. Manager Apartemen, Anggi Febrianti mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Ia mengklaim saat kejadian deteksi kebakaran sudah terjadi.

"Jadi kondisi awal kejadian hari ini tuh kurang lebih di setengah delapan pagi, di mana di gedung kami itu memang kan ada sistem proteksi kebakaran. Dan di mana di dalam MCFA kami itu memang mengidentifikasikan adanya kebakaran gitu ya," kata Anggi kepada wartawan di lokasi.

Disebutkan Anggi, saat deteksi kebakaran berbunyi, petugas langsung menuju titik sumber api dari basement di salah satu tower apartemen Mediterania.

"Di situ tim kami itu langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Langsung dibantu juga oleh tim Damkar, kebetulan tim Damkar kan ada di seberang kami ya. Nah lalu kami lakukan pemadaman sesuai dengan SOP kami. Nah saat ini sebenarnya adalah tingkat evakuasi saja," katanya.

Baca Juga: Kebakaran Apartemen Mediterania Garden 2 Jakbar, 22 Unit Damkar Dikerahkan

"Jadi tim saat ini masih melakukan penyisiran. Jadi penyisiran di lantai-lantai itu, kami memastikan aja apakah masih ada warga-warga yang terjebak di dalam unit-huniannya gitu ya. Jadi saat ini kami melakukan penyisiran," tambah Anggi.

Anggi sendiri menyebut pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang api bersumber dari basement salah satu tower apartemen Mediterania tersebut. Diketahui, apartemen Mediterania memiliki empat tower dan dipastikan hanya satu tower yang mengalami kebakaran.

"Saat ini kami belum bisa mengidentifikasikan, nanti ya. saat ini kami fokusnya adalah penyelamatan terlebih dahulu," katanya.

Humas Aparetemen Mediterania 1, Erlan menyampaikan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan kebakaran serta fokus pada penyelamatan penghuni apartemen.

"Dibantu juga informasi dari apa penghuni yang punya keluarga atau apa, itu ada posko kita untuk mendata masih ada enggak yang ketinggal yang belum ada di sana. Kita pastikan. Jadi kita tetap fokus pada penyelamatan," tuturnya.

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkab Tangerang Sediakan 8 Komoditas di Program Warteksi

Ia sendiri juga belum dapat memastikan terkait penyebab kebakaran dan bagaimana kebakaran bisa terjadi. Sampai saat ini proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.

"Kami sedang investigasi. Sekarang kita fokus pada keselamatan warga. Jadi semua warga yang ini kita sudah selesai mengevakuasi, ucapnya.

"Dan ada yang istilahnya sesak napas apa yang perlu ditangani lebih lanjut sudah kita secara ambulans secara cepat udah bekerja sama dengan rumah sakit setempat, sudah sebagian besar udah ada di sana," sambung Erlan.

Disampaikan Erlan, dalam kejadian kebakaran pagi tadi, penghuni apartemen langsung dilakukan proses evakuasi oleh petugas damkar.

"Hunian di tower C ada ratusan unit dengan tingkat okupansi 70-80 persen, jadi kira-kira ada 200-an orang yang dievakuasi. Tower lainnya tidak ada masalah," tuturnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 900 Hewan Kurban, Pastikan Iduladha di Jakarta Tertib dan Ramah Lingkungan

Meski demikian, pengelola memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di salah satu tower apartemen Mediterania tersebut.

"Korban jiwa tidak ada, hanya beberapa warga mengalami sesak nafas dan sudah ditangani secara cepat menggunakan ambulans ke rumah sakit setempat," ungkapnya.

Pengamatan di lokasi, petugas masih berjibaku berusaha mensterilkan area dan memastikan tidak ada penghuni apartemen yang terjebak.

Sejumlah penghuni apartemen yang berhasil selamat dan mengalami sesak nafas dan luka ringan telah dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama.

Baca Juga: Hilang Kendali di BKT, Pengendara Tercebur dan Ditemukan Meninggal

Penghuni Sayangkan Sisten Deteksi Tak Berfungsi

Salah satu penghuni apartemen di lantai 28, Antonius, 47 tahun, menyesalkan tidak berfungsinya alarm saat kebakaran terjadi pagi tadi. Padahal, ia menyebut, saat simulasi kebakaran, alarm selalu berfungsi baik.

"Selama simulasi-simulasi kebakaran melalui pemadam kebakaran Jakarta Barat yang berlokasi di depan apartemen Mediterania 1, itu simulasi kebakaran selalu ada alarm, selaku ada pemberirahuan," katanya.

"Tetapi justru ketika terjadi kebakaran yang sesungguhnya, itu alarm maupun sprinkler itu tidak terjadi apa-apa, tidak terjadi nyala, gitu," sambung Antonius.

Antonius sendiri mengakui mengetahui adanya kebakaran sekitar pukul 8 pagi. Saat itu yang terbangun dan mendengar suara riuh dari bawah yang ternyata suara sirine.

"Insting saya lansung 'wah ini kayaknya terjadi kebakaran'," ungkapnya.

Antonius bersama istri langsung berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki rooftop apartemen dan meminta bantuan evakuasi oleh petugas damkar.

"Jadi kebanyakan penghuni di sini saya kira mereka tidak tahu bahwa sedang terjadi kebakaran di apartemennya yangnmenyebabkan banyak korban itu karena ketidaktahuan mereka bahwa sedang terjadi kebakaran," ucap dia. (pan)


Berita Terkait


News Update