Ia sendiri juga belum dapat memastikan terkait penyebab kebakaran dan bagaimana kebakaran bisa terjadi. Sampai saat ini proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.
"Kami sedang investigasi. Sekarang kita fokus pada keselamatan warga. Jadi semua warga yang ini kita sudah selesai mengevakuasi, ucapnya.
"Dan ada yang istilahnya sesak napas apa yang perlu ditangani lebih lanjut sudah kita secara ambulans secara cepat udah bekerja sama dengan rumah sakit setempat, sudah sebagian besar udah ada di sana," sambung Erlan.
Disampaikan Erlan, dalam kejadian kebakaran pagi tadi, penghuni apartemen langsung dilakukan proses evakuasi oleh petugas damkar.
"Hunian di tower C ada ratusan unit dengan tingkat okupansi 70-80 persen, jadi kira-kira ada 200-an orang yang dievakuasi. Tower lainnya tidak ada masalah," tuturnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 900 Hewan Kurban, Pastikan Iduladha di Jakarta Tertib dan Ramah Lingkungan
Meski demikian, pengelola memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di salah satu tower apartemen Mediterania tersebut.
"Korban jiwa tidak ada, hanya beberapa warga mengalami sesak nafas dan sudah ditangani secara cepat menggunakan ambulans ke rumah sakit setempat," ungkapnya.
Pengamatan di lokasi, petugas masih berjibaku berusaha mensterilkan area dan memastikan tidak ada penghuni apartemen yang terjebak.
Sejumlah penghuni apartemen yang berhasil selamat dan mengalami sesak nafas dan luka ringan telah dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama.
Baca Juga: Hilang Kendali di BKT, Pengendara Tercebur dan Ditemukan Meninggal
Penghuni Sayangkan Sisten Deteksi Tak Berfungsi
Salah satu penghuni apartemen di lantai 28, Antonius, 47 tahun, menyesalkan tidak berfungsinya alarm saat kebakaran terjadi pagi tadi. Padahal, ia menyebut, saat simulasi kebakaran, alarm selalu berfungsi baik.
