“UI.”
“Kok, UI?”
“Kan singkatan Unpad-ITB.”
Selain soal cinta, novel dan film ini juga memperlihatkan bagaimana Dilan perlahan meninggalkan masa lalunya sebagai anak geng motor. Sosoknya kini lebih fokus pada kuliah dan pekerjaan freelance sebagai desainer.
Motor CB-100 Gelatik yang selalu menemani perjalanan cintanya pun menjadi simbol penting dalam cerita mulai dari masa bersama Milea hingga perjalanan dewasanya bersama Ancika.
Pada akhirnya, “Dilan ITB 1997” bukan sekadar kisah nostalgia remaja, melainkan potret tentang seseorang yang sedang belajar memahami cinta, kehilangan, dan arah hidupnya di tengah perubahan zaman.
