“Jangan dipukuli, tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat,” ujar Lettu Budhi dalam pertemuan yang berlangsung pada 11 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam dakwaan.
Terdakwa Sempat Mengintai di Monas hingga Kantor YLBHI
Setelah cairan kimia disiapkan, para terdakwa bergerak menggunakan dua sepeda motor untuk mencari keberadaan Andrie Yunus.
Pencarian dilakukan di sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat, mulai dari area Monas, Tugu Tani, hingga Kwitang.
Mereka juga melakukan pemantauan intensif di sekitar kantor KontraS dan YLBHI.
Sekitar pukul 23.00 WIB, para terdakwa berkumpul di depan kantor YLBHI sambil mengintai pergerakan korban yang masih berada di dalam gedung.
Baca Juga: Kemendagri Usulkan Cetak Ulang E-KTP Hilang Dikenakan Tarif
Kapten Nandala kemudian melihat Andrie keluar dari kantor dengan mengendarai sepeda motor.
Penyiraman Dilakukan di Persimpangan Jalan Salemba
Setelah target terlihat, Serda Edi bersama Lettu Budhi langsung membuntuti Andrie menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Aksi penyiraman dilakukan di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang saat kondisi lalu lintas dinilai memungkinkan untuk melakukan manuver.
Lettu Budhi disebut sengaja memutar arah sepeda motor hingga berada tepat berhadapan dengan kendaraan korban.
Pada saat itulah Serda Edi langsung menyiramkan campuran air aki dan cairan pembersih karat ke tubuh Andrie Yunus.
Cairan kimia tersebut mengenai tubuh korban dan bahkan sempat memercik ke arah para pelaku.
