Ketiga, neoliberalisme mendefisitkan peran negara dalam mengatur ekonomi. Akibatnya terjadi kegagalan pasar dan meningkatkan ketidakadilan sosial. Melahirkan kerusuhan dan revolusi sosial.
Keempat, neoliberalisme mendorong eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal. Rakus tak bertepi. Greedy sampai mati.
Kelima, neoliberalisme mengurangi perlindungan sosial dan meningkatkan ketidakpastian bagi pekerja dan rakyat miskin. Banjir pengangguran.
Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Ekonomi Tumbuh tapi Tak Merata
Keenam, neoliberalisme diimplementasikan secara tidak adil, dengan mengabaikan kepentingan umum sambil mengutamakan kepentingan korporasi dan elit-silit.
Alhasil, ini menjadi buku yang sangat penting dibaca, diresapi, dipahami, diapresiasi oleh khalayak umum, akademisi, aktivis, dan rakyat kebanyakan. Juga harus menjadi inspirasi bagi pejabat publik. Tentu agar kita selamat dari amoknya dalam bernegara dan bersemesta. Semoga.
Tulisan opini Ekonomika Pancasila ini ditulis oleh CEO Nusantara Centre Yudhie Haryono.
