Namun, ia bersyukur sekitar 100 alumni angkatan 1976 dapat hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Eta, momen seperti ini memiliki makna khusus karena tidak diselenggarakan setiap tahun, melainkan hanya pada kesempatan tertentu.
“Ini kebahagiaan tersendiri karena bisa kembali berkumpul dan hubungan yang dulu terjalin bisa semakin dekat,” ujarnya.
Baca Juga: Lebaran Betawi Akan Digelar Rutin Tiap Tahun, Pramono Pertimbangkan Waktu di Sore Hari
Nuansa haru juga muncul saat pensiunan guru SMA N 20 Jakarta, Siti Aminah, turut hadir di tengah para mantan muridnya. Di usia 87 tahun, ia menyaksikan para alumninya yang dulu masih remaja kini telah menjadi sosok-sosok sukses.
Dengan mata berkaca-kaca, Siti Aminah mengaku bangga melihat perkembangan anak didiknya.
“Dulu ada yang nakal, ada yang pintar, ada yang sering dihukum. Sekarang melihat semuanya berhasil dan berkumpul di sini, rasanya bahagia sekali,” ucapnya.
Peringatan 50 tahun Angkatan 1976 ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan lintas generasi sekaligus menunjukkan bahwa menjaga budaya dapat dilakukan melalui kebersamaan dan tradisi.
