Versi Pro melangkah lebih jauh dengan menghadirkan ECG, deteksi fibrilasi atrium, pemantauan elastisitas pembuluh darah, serta estimasi risiko kadar gula darah.
“Perangkat wearable kini bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi alat bantu untuk memahami kondisi tubuh secara real-time,” menjadi gambaran arah pengembangan fitur yang diusung Huawei.
Baterai Tahan Lama, Minim Gangguan Pengisian
Daya tahan baterai juga menjadi nilai jual utama. Dengan teknologi high-silicon battery, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 10 hari untuk penggunaan ringan, 7 hari penggunaan normal, dan sekitar 4 hari dengan fitur Always-On Display aktif.
Dalam praktiknya, ini berarti pengguna tidak perlu lagi mengisi daya setiap malam sebuah kenyamanan yang sering kali luput, tetapi krusial.
Baca Juga: Pakai Trotoar, Puluhan Lapak PKL di Kembangan Jakbar Dibongkar
Konektivitas Lengkap untuk Kebutuhan Modern
Huawei Watch Fit 5 Series dibekali Bluetooth 6.0, NFC, GPS dual-frequency, hingga fitur panggilan Bluetooth. Sinkronisasi dengan aplikasi Huawei Health juga memungkinkan pengguna memantau data kesehatan dan aktivitas secara lebih terintegrasi.
Di pasar China, Huawei Watch Fit 5 dibanderol mulai 1.099 yuan (sekitar Rp2,8 juta), sementara versi Pro mulai 2.099 yuan (sekitar Rp5,3 juta). Penjualan dijadwalkan dimulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026.
Dengan kombinasi desain, fitur, dan daya tahan baterai, seri ini tampak diposisikan sebagai smartwatch serbaguna—tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk gaya hidup modern yang semakin dinamis.
