“Tetatpi setinggi-tingginya jabatan dan kekuasaan, sebagai perempuan harus kembali ke jati dirinya sebagai seorang ibu, dan istri pendamping suami. Itulah perlunya menyelaraskan ketiga peran tadi sebagai wanita karir, ibu bagi putra-putrinya dan istri,” jelas mas Bro.
“Itulah hebatnya perempuan karena menjalankan ketiga peran dalam waktu bersamaan, kapan saja dan di mana saja,” ujar Heri.
“Karena itu kalian sebagai laki-laki jangan sombong, egois maunya menang sendiri mentang-mentang sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga,” sindir Yudi.
“Setuju. Meski istri kalian bukan wanita karir, tetap saja punya peran besar bagi sukses suami. Makanya ada pepatah mengatakan sukses suami karena ada wanita hebat di belakangnya,” kata Heri bersemangat.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Wong Tegal Guyub Rukun
“Keliru. Memangnya pengawal berada di belakangnya. Yang benar. Sukses suami karena ada wanita hebat berada di sampingnya,” urai Yudi.
